PlayStation 2 menjadi salah satu platform game paling abadi. Ribuan game lahir di konsol ini, mulai dari waralaba blockbuster hingga kreasi aneh.
Di era tersebut, Max Payne hadir pada 2001 dan langsung sukses secara kritis maupun komersial. Game ini menawarkan aksi solid dengan efek bullet time ala The Matrix.
>>> Box Office Hoppers Kurang Memuaskan, Masa Depan Pixar Dipertanyakan
Namun, jika ditilik 25 tahun kemudian, cerita Max Payne terasa sangat kaku dan berlebihan. Gaya noir yang digunakannya kini terlihat seperti parodi yang tidak disengaja.
Max Payne: Pahlawan 'Try Hard' Era 2000-an
Dirilis 25 Juli 2001, Max Payne adalah game aksi third-person bergaya noir dari Remedy Entertainment. Pemain mengikuti Max, agen DEA yang diburu polisi dan penjahat.
Gameplay-nya standar, tetapi kontrol solid dan efek bullet time memberi nilai lebih. Kritikus memuji aksi namun kurang menyukai cerita formulaik dan karakter klise.
Konspirasi antara otoritas dan korporasi, eksperimen pada tentara Perang Teluk, serta adegan narkoba kental terasa seperti film aksi awal 2000-an.
Sekuelnya, Max Payne 2, melanjutkan gaya yang sama.
Kesuksesan game ini menginspirasi film adaptasi yang dibintangi Mark Wahlberg. Namun, cut-scene bergaya komik dan narasi voice-over kini terlihat sangat berlebihan.
Apa yang Perlu Diperbaiki di Remake
Remedy Entertainment mengumumkan pada 2022 bahwa mereka akan bekerja sama dengan Rockstar Games untuk meremake dua game pertama menjadi satu judul.
>>> Artis Dragon Ball Super Buat Kartu G Gundam Resmi
Desain game dan penceritaan telah berkembang pesat.
Remake kemungkinan akan menghadirkan third-person shooter yang lebih fokus dengan teknologi modern untuk baku tembak yang lebih hidup.
Efek bullet time tetap menjadi andalan.
Yang menarik adalah bagaimana pendekatan terhadap cerita. Rockstar, yang menggarap Max Payne 3, berhasil menyajikan cerita lebih emosional dengan momen humor gelap.
Remake perlu belajar dari kesuksesan Grand Theft Auto atau Mafia, menambahkan kemanusiaan, humor, dan hati ke dalam klise noir.
Mengeksplorasi trauma Max juga bisa memberi inti emosional yang lebih bermakna.
Max Payne memiliki warisan yang tidak selalu terbaik jika dilihat ke belakang.
>>> King of the Hill Ucapkan Selamat Tinggal pada John Redcorn di Musim 15
Namun, masih ada potensi untuk sesuatu yang istimewa jika pengembang bisa menyempurnakan yang berhasil dan mengembangkan yang tidak.