News

Kisah Film Mulan Live-Action Lewati Bioskop dan Picu Kemarahan Jaringan Bioskop

Kursi bioskop kosong di dalam teater
Kisah Film Mulan Live-Action Lewati Bioskop dan Picu Kemarahan Jaringan Bioskop
Ukuran Teks

Sejarah film daur ulang live-action Disney selalu memunculkan beragam tanggapan dari para penggemar setia.

Beberapa proyek mampu menghadirkan penyegaran cerita yang unik sementara sebagian lainnya menuai ulasan kurang memuaskan.

Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 mengubah rencana perilisan film Mulan yang semula dijadwalkan tayang di layar lebar.

Alih-alih menunda jadwal penayangan, pihak studio memilih meluncurkan film tersebut secara langsung melalui layanan Disney+.

Kemarahan Global Operator Bioskop

Langkah strategis tersebut membuat para pengelola jaringan bioskop di berbagai belahan dunia merasa sangat kecewa.

Mereka mengharapkan kehadiran film blockbuster besar untuk memulihkan pendapatan yang merosot tajam akibat pembatasan.

Di Amerika Serikat, penonton harus membayar biaya tambahan sebesar 29,99 dolar Amerika Serikat untuk fitur premier access.

Pendapatan dari akses premier tersebut sepenuhnya masuk ke kantong Disney tanpa memberikan bagian kepada pihak bioskop.

Situasi ini memicu aksi protes keras termasuk dari seorang pemilik bioskop di Prancis yang merusak poster promosi.

Meskipun demikian, Disney tetap melanjutkan tren perilisan serupa untuk beberapa judul film lainnya pada tahun berikutnya.

Rekomendasi

Update Terbaru