Quentin Tarantino telah menyatakan bahwa film kesepuluhnya akan menjadi karya terakhirnya.
Tujuh tahun setelah perilisan "Once Upon a Time in Hollywood", penantian untuk proyek final sang sutradara masih berlanjut.
>>> Batsuit Paling Kuat Muncul di Film, Tapi Bukan Milik Bruce Wayne
Meskipun ide sekuel Kill Bill sering muncul, Tarantino memiliki banyak gagasan lain yang berpotensi menjadi penutup kariernya yang gemilang.
Film Era Medieval
Pada tahun 2010, Tarantino sempat memiliki ide untuk membuat film berlatar era medieval.
Proyek ini digambarkan akan menampilkan kekerasan berdarah dan bahasa kasar, dengan Helen Mirren ditawari peran sebagai "monarch yang mulutnya kotor".
Meskipun proyek ini tidak pernah berlanjut, kembalinya Tarantino ke genre yang berbeda seperti ini akan menjadi daya tarik tersendiri, mengingat kesuksesannya dalam film kriminal, Barat, dan perang.
Remake Film Sutradara Lain
Tarantino beberapa kali tertarik untuk menggarap ulang film-film karya sutradara lain. Beberapa di antaranya adalah remake "The Psychic" (1977), "The Outfit" (1973), "Westworld" (1973), "Faster, Pussycat!
Kill! Kill!"
(1966), "Less than Zero" (1987), dan "First Blood" (1982).
Sebuah remake film yang menginspirasinya akan menjadi penghormatan sempurna di akhir kariernya, menunjukkan sentuhan khas Tarantino pada karya sutradara lain.
>>> 10 Manhwa Terbaik untuk Penggemar Anime Aksi
Pada Oktober 2021, Tarantino mengumumkan "Snake Blood", sebuah komedi Spaghetti Western yang menampilkan karakter-karakter dengan latar bahasa berbeda.
Film ini akan menampilkan seorang Amerika, Jerman, Meksiko, Israel, dan Italia.
Meskipun perkembangannya terhenti, "Snake Blood" yang belum pernah dibatalkan secara resmi ini berpotensi menjadi penutup trilogi Western modern Tarantino, melanjutkan kesuksesan "Django Unchained" dan "The Hateful Eight".
Tarantino pernah mengajukan ide untuk film Star Trek kepada Paramount pada Desember 2017. Proyek ini sempat berkembang hingga 2020 sebelum ia memutuskan untuk tidak menyutradarainya.
Meskipun Tarantino telah keluar dari proyek tersebut, kemungkinan ia kembali menggarapnya tetap ada.
Menggarap film fiksi ilmiah dalam skala besar seperti Star Trek akan menjadi penutup karier yang unik.
Ide crossover antara "Django" dan "Zorro" pertama kali muncul dalam bentuk komik pada 2015. Tarantino bahkan menggandeng Jerrod Carmichael untuk menulis naskah filmnya.
>>> 5 Game Survival Horror Klasik yang Kini Tak Bisa Dimainkan
Setelah bertahun-tahun tertunda, pada April 2026 diumumkan bahwa film crossover "Django/Zorro" akhirnya akan diproduksi oleh Sony Pictures, menjadikannya kandidat kuat untuk film terakhir Tarantino.