Mattson Tomlin, penulis naskah The Batman Part 2, menyebut Hollywood sedang mengalami pergeseran besar dari ketertarikan pada komik ke video game.
Pernyataan itu ia sampaikan melalui akun X-nya saat menanggapi pertanyaan penggemar tentang film Mega Man yang sempat ia tulis.
>>> Alex Rider: Serial Mata-mata Anti-James Bond di Prime Video
Menurut Tomlin, studio kini lebih banyak menawarkan proyek adaptasi game daripada film superhero.
“Saya mendapat setidaknya lima kali lebih banyak tawaran adaptasi video game dibanding adaptasi komik tahun ini,” tulisnya.
Kesuksesan dan Kegagalan Mengubah Ekspektasi
Beberapa film superhero terbaru mengalami kegagalan kritis dan komersial, sementara adaptasi game justru sukses dengan anggaran lebih kecil.
Contohnya, Iron Lung garapan Markiplier dan Backrooms arahan Kane Parsons berhasil meraih keuntungan besar.
>>> DC Resmi Ganti Batman dengan Clayface di Jagat Sinema Baru
Backrooms bahkan masuk dalam 10 besar film horor terlaris sepanjang masa.
Model Baru untuk Geek Media
Tomlin menilai model film superhero dengan anggaran besar dan promosi masif mulai tidak berkelanjutan.
Adaptasi game dengan biaya lebih rendah dan cerita yang lebih fokus bisa menjadi solusi.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak semua adaptasi game sukses, seperti Borderlands dan Return to Silent Hill yang kurang diminati.
>>> 7 Penjahat Marvel yang Tidak Punya Rahasia
Yang jelas, prioritas Hollywood sedang berubah, dan para kreator serta eksekutif studio mencari model baru yang menguntungkan.
