⌂ Beranda News Fakta Penyebab Meninggalnya Ajudan Kapolda Kaltara Tewas di Rumah Dinas, Hasil Otopsi hingga Dugan Penyebab Kematian

Fakta Penyebab Meninggalnya Ajudan Kapolda Kaltara Tewas di Rumah Dinas, Hasil Otopsi hingga Dugan Penyebab Kematian

Fakta Penyebab Meninggalnya Ajudan Kapolda Kaltara Tewas di Rumah Dinas, Hasil Otopsi hingga Dugan Penyebab Kematian
police line
A A Ukuran Teks16px

Budi menambahkan bahwa keluarga korban telah meminta agar otopsi jenazah dilakukan di Semarang. Oleh karena itu, di Rumah Sakit Tarakan, korban hanya menjalani pemeriksaan dan visum luar.

"Rencananya, jenazah akan dikebumikan di kampung halaman Semarang," lanjutnya.

Jenazah diterbangkan dari Tarakan, Kalimantan Utara ke Surabaya, Jawa Timur, dan kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat ke Semarang. Setibanya di Semarang, jenazah dikenakan otopsi di Instalasi Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.

  1. Penyebab Kematian: Pendarahan Berat

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, hasil otopsi menunjukkan bahwa korban mengalami pendarahan berat.

"Hasil otopsinya adalah meninggal karena luka tembak pada dada sisi kiri yang menembus jantung dan paru-paru, yang mengakibatkan pendarahan hebat," ungkap Stefanus.

Otopsi tersebut berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB dan dihadiri oleh keluarga serta Kapolda Kaltara.

Setelah otopsi, jenazah Brigadir Setyo Herlambang kembali ke rumah duka di wilayah RT 01 RW 04, Desa Sumber Agung, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, untuk dimakamkan.

  1. Komunikasi Terakhir dengan Keluarga

Kematian mendalam ajudan Kapolda Kaltara, Brigadir Setyo Herlambang, menyisakan kesedihan yang mendalam bagi keluarganya. Agus Dwi Jatmiko, kakak ipar korban, mengungkapkan bahwa otopsi jenazah merupakan permintaan keluarga.

Baca juga: Cemilan Enak Khas Bandung Jawa Barat, Kue Bandros dan Segala Kelezatannya, Ternyata Ini Rahasia Paling Mujarab Masak Bandros Enak

"Adik saya (istri korban) yang meminta otopsi, meminta transparansi dengan hasilnya," katanya, seperti yang dilaporkan oleh Kompas.com, Sabtu.

Menurut Agus, adik iparnya telah menjadi seorang polisi selama 10 tahun. Kematian korban meninggalkan seorang anak dan istri yang tengah hamil besar dengan anak kedua. Mereka berkomunikasi terakhir kali melalui pesan singkat pada Jumat (22/9/2023) sekitar pukul 10.45 WIB.

  1. Ajudan Selama Empat Bulan

Kematian tragis sang ajudan juga meninggalkan kesedihan bagi Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya. Kapolda menyatakan duka yang mendalam atas meninggalnya Brigadir Polisi Setyo Herlambang.

Dia juga mengonfirmasi bahwa korban adalah anggota Polda Kaltara yang telah menjadi ajudannya selama sekitar empat bulan.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian

A
Tim Redaksi
Penulis: Abdi Priagung Editor:: Abdi Priagung
📰 Update Terbaru