The Wheel of Time resmi mendapatkan angin segar.
Setelah serialnya dibatalkan tanpa pemberitahuan oleh Amazon Prime Video, waralaba fantasi ini akan kembali lewat sebuah video game baru.
>>> Review The Agency Season 2: Thriller Mata-mata Michael Fassbender Makin Adiktif
Pengumuman tersebut datang dari iwot Studios, pemegang hak cipta saga The Wheel of Time. Mereka sebelumnya bermitra dengan Amazon, namun kini memilih jalur sendiri.
Studio tersebut menggandeng Thomas Wu, salah satu kreator di balik serial Arcane (spin-off League of Legends), sebagai penasihat kreatif.
Mereka juga bekerja sama dengan Initiate Entertainment, studio yang didirikan Wu bersama Anthony Borquez.
Serial Dibatalkan, Tapi Waralaba Berlanjut
Serial The Wheel of Time tayang perdana pada 2021 dan berlangsung tiga musim. Meski mendapat anggaran besar, ratingnya terus menurun hingga akhirnya dibatalkan.
Pembatalan itu mengecewakan penggemar setia. Serial berakhir dengan cliffhanger tanpa menyelesaikan alur cerita utama.
>>> 5 Kostum Paling Akurat dari Game di Film Mortal Kombat
Namun, iwot Studios tidak menyerah. Selain video game, mereka juga tengah mendiskusikan film layar lebar dan adaptasi animasi.
Game Baru Bergaya RPG AAA
Game The Wheel of Time yang baru dikonfirmasi sebagai RPG AAA. Studio menargetkan perilisan di PC atau mobile, dengan kemungkinan konsol di masa depan.
Game ini tidak akan terikat dengan serial Amazon Prime Video. Ceritanya merupakan properti alternatif dalam semesta yang sama, namun tidak mengadaptasi plot spesifik dari novel.
Langkah ini mengingatkan pada strategi The Witcher: serial Netflix populer, tetapi game-lah yang paling sukses membangun merek. The Wheel of Time diharapkan mengikuti jejak serupa.
Sebelumnya, pada 1999, sempat dirilis game The Wheel of Time bergenre first-person shooter untuk Windows. Game baru ini tidak akan terhubung dengan judul lawas tersebut.
>>> 10 Manga Dark Fantasy Terbaik Sepanjang Masa
iwot Studios juga berkoordinasi dengan Framestore untuk proyek film dan animasi. Semua ini bagian dari strategi jangka panjang membangun kembali popularitas waralaba.
