Electronic Arts (EA) kembali mengguncang industri game dengan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) ketiganya di tahun 2026.
Meskipun jumlah pasti karyawan yang terdampak belum diungkapkan, PHK ini dilaporkan melanda berbagai kantor EA di Amerika Utara dan India.
>>> 7 Negara dengan Pemain Mobile Legends Paling Sedikit di Dunia
Departemen yang terkena dampak meliputi dukungan pelanggan, IT internal, rekrutmen, serta tim kepercayaan dan keamanan. Selain itu, EA juga menghentikan pengembangan beberapa game AAA di bawah naungannya.
Pola PHK yang Berulang
Sejak 2023, EA telah secara konsisten melakukan perampingan karyawan dan penutupan studio. Studio besar seperti BioWare, Respawn, dan Codemasters tidak luput dari gelombang PHK ini.
Bahkan DICE, pengembang Battlefield 6 yang sukses besar di Amerika Utara pada 2025, juga terdampak.
Situasi ini menciptakan ketidakpastian bagi karyawan EA, yang terpaksa menyaksikan kolega mereka kehilangan pekerjaan atau bahkan mengalaminya sendiri.
Kondisi ini bisa jadi merupakan awal dari perubahan signifikan di EA yang berpotensi memengaruhi industri game secara luas.
Konteks Industri yang Lebih Luas
EA bukanlah satu-satunya perusahaan game yang melakukan PHK massal.
Sony baru-baru ini mengumumkan PHK di Bungie, sementara Epic Games dan Ubisoft juga telah melakukan pemotongan staf dan penutupan studio.
Xbox Game Studios bahkan mengancam penutupan beberapa studio.
Rendahnya keamanan kerja di industri game saat ini menjadi perhatian utama, terutama karena investor mulai enggan dengan biaya pengembangan AAA yang tinggi dan siklus produksi yang panjang.
>>> 85 Link Download Livery Sadewa SHD Jernih untuk Bus Simulator Indonesia
Namun, situasi EA terasa sedikit berbeda. Keputusan PHK mereka tidak sepenuhnya didorong oleh penjualan game yang lesu.
Kesuksesan Battlefield 6 seharusnya membuat DICE aman, menunjukkan adanya faktor lain di balik layar yang membuat PHK ini dianggap perlu oleh EA.
Akuisisi dan Perubahan Strategi
Keputusan PHK ini datang di tengah proses akuisisi EA oleh konsorsium yang melibatkan Public Investment Fund Arab Saudi dan Affinity Partners milik Jared Kushner.
Akuisisi dan merger besar seringkali menimbulkan efisiensi dan perubahan motivasi yang berujung pada restrukturisasi.
PHK yang meluas di berbagai tim ini bisa jadi upaya untuk membuat penjualan lebih menarik bagi investor atau untuk membuka jalan bagi arahan baru dari pihak investor.
Hal ini menunjukkan betapa perusahaan game mungkin harus tunduk pada pengaruh eksternal demi kelangsungan operasional.
Meskipun motivasi penuh di balik PHK ini tetap tidak jelas, banyak karyawan yang telah lama mengabdi di EA kini kehilangan pekerjaan.
Ini mencerminkan tren menyedihkan dalam industri game beberapa tahun terakhir, di mana EA tampaknya bersedia memotong apa yang telah berhasil demi potensi masa depan.
>>> XCOM Hadir dalam Wargame Miniatur Baru, Bisa Main Jadi Alien
Perubahan budaya di EA kemungkinan sedang terjadi, dan dampaknya terhadap game-game mendatang masih harus dilihat.
