Box office musim panas tahun ini penuh kejutan.
Setelah beberapa film besar seperti The Mandalorian and Grogu dan Masters of the Universe kurang memuaskan, film horor indie justru mendominasi.
>>> Kartu Pokemon Topps Jigglypuff Terjual Rp 390 Juta, Kalahkan Versi TCG Resmi
Memasuki Juni, situasi mulai normal kembali. Disclosure Day garapan Steven Spielberg melampaui proyeksi dan Toy Story 5 mencatat pembukaan terbesar tahun ini.
Banyak yang penasaran apakah Supergirl dari DC bisa menutup bulan dengan kuat. Namun kenyataannya, film tersebut justru kesulitan memberikan dampak signifikan.
Tidak adil memang membandingkan Supergirl dengan Superman yang meraup USD125 juta domestik dan USD618,7 juta global. Superman menjadi film superhero terlaris 2025.
Namun dengan awal yang kuat untuk DC Universe dan antisipasi terhadap Man of Tomorrow tahun depan, wajar jika Supergirl diharapkan bisa mengalahkan The Flash di akhir pekan pembuka.
Tapi itu tidak terjadi.
1. Ulasan yang Beragam
Kesuksesan Superman sebagian besar berkat word of mouth positif. Film itu mendapat sambutan hangat dari kritikus dan penonton yang menyukai pendekatan ringan dan optimis James Gunn.
Sebaliknya, Supergirl menuai respons campuran.
Skor kritikus Rotten Tomatoes 57% menjadi yang terendah di DCU, dan meskipun rating penonton 76% lebih baik, CinemaScore B- menjadi yang terburuk sejak Joker: Folie à Deux.
Perpecahan opini ini jelas memengaruhi performa box office. Supergirl tidak pernah dianggap sebagai tontonan wajib, sehingga mengurangi daya tariknya bagi penonton umum.
Penggemar setia memang selalu datang, tetapi untuk benar-benar sukses, penonton umum harus ikut serta. Respons polarisasi membuat mereka yang ragu memilih menonton di rumah.
2. Jadwal Rilis yang Kompetitif
Keputusan Warner Bros. menempatkan Supergirl di akhir Juni tampaknya kurang tepat.
Meski terlihat seperti film musim panas yang ideal, persaingan sangat ketat.
Supergirl terjepit di antara Toy Story 5 dan Minions & Monsters, dua film keluarga yang berpotensi meraup miliaran dolar.
