Bungie kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal setelah Destiny 2 menerima pembaruan terakhirnya awal bulan ini.
Sejak diakuisisi PlayStation pada 2022, Bungie telah mengalami beberapa gelombang PHK yang mengurangi ukuran studio secara signifikan.
>>> Tiga Petunjuk di Trailer Jujutsu Kaisen Season 4 yang Bikin Fans Patah Hati
PHK terbaru ini terutama disebabkan oleh kinerja Destiny 2 yang terus menurun, sementara studio juga mengerjakan proyek berikutnya, Marathon.
Sayangnya, Marathon juga tidak mencapai target setelah dirilis awal tahun ini, sehingga memicu pengurangan tenaga kerja besar-besaran di Bungie.
Pengakuan Bungie
Dalam unggahan di media sosial, Bungie mengonfirmasi sedang melakukan reorganisasi besar untuk memastikan kelangsungan perusahaan.
>>> Common Side Effects Season 2 Dapatkan Cuplikan Pertama, Tayang 2027
Studio mengakui kegagalan Destiny 2 yang menyebabkan penghentian dukungan untuk game tersebut.
Akibat keputusan itu, banyak karyawan Bungie yang tidak lagi dibutuhkan, sehingga PHK meluas di studio.
"Kami tahu keputusan ini berdampak besar pada orang yang terkena dampak, keluarga, teman, dan rekan kerja mereka," tulis Bungie.
>>> Replika Mahkota Gondor Lord of the Rings Dirilis 2026
"Meskipun perubahan ini diperlukan untuk memposisikan studio dengan baik saat ini dan di masa depan, hal itu tidak mengurangi kesulitan momen ini atau dampaknya pada mereka yang terkena dampak."
