Anime Frieren: Beyond Journey's End sukses menarik perhatian penonton dengan premis fantasi tinggi dan pendekatan naratif yang santai.
Namun, ada anime genre sci-fi lain yang tak kalah menarik, yaitu Kino's Journey, yang dianggap memiliki energi serupa dan menawarkan penceritaan progresif.
>>> War Machine 2: Era Baru Film Aksi Netflix Dimulai
Kino's Journey, atau Kino's Journey — The Beautiful World —, adalah petualangan sci-fi filosofis yang telah memengaruhi gaya Frieren.
Serial ini pertama kali muncul sebagai novel ringan karya Keiichi Sigsawa dan diilustrasikan oleh Kouhaku Kuroboshi.
Kino's Journey: Deconstruksi Kemanusiaan Lewat Lensa Sci-Fi
Anime ini menyajikan premis yang sederhana namun mendalam secara filosofis. Tokoh utamanya, Kino, seorang penjelajah yang berkeliling dunia bersama motornya yang bisa berbicara, Hermes.
Setiap episode menampilkan Kino dan Hermes di lokasi baru, berinteraksi dengan penduduk lokal sebelum melanjutkan perjalanan.
Serial ini memiliki dua adaptasi anime: satu 13 episode (plus prolog) pada tahun 2003, dan adaptasi 12 episode yang lebih baru pada tahun 2017.
Durasi yang pendek menjadikan Kino's Journey mudah menjadi cult classic yang tersembunyi.
Pendekatan naratifnya yang repetitif menciptakan kerangka aman bagi penonton untuk fokus pada elemen manusiawi di setiap lokasi, alih-alih tersesat dalam plot yang kompleks.
Kesamaan Formula Antara Kino's Journey dan Frieren
Meskipun bukan anime antologi, Kino's Journey menawarkan kenyamanan karena setiap episode berfungsi sebagai 'reset' untuk eksplorasi filosofis baru.
Kino adalah pengamat yang tidak memihak, lebih tertarik mengamati dan mencatat dunia daripada menjadi pahlawan yang menyelamatkan.
Pendekatan ini menempatkan penonton dalam posisi untuk merenungkan tindakan Kino dan bagaimana situasi ditangani.
Setiap komunitas yang dikunjungi seolah berada dalam gelembungnya sendiri, menghadapi masalah unik terkait teknologi, perang, atau agama.
Anime ini berfungsi sebagai catatan imparsial dari dunia sci-fi yang unik, mendorong diskusi dan refleksi tentang dunia nyata melalui visi yang dilebih-lebihkan.
Perbandingan antara Kino's Journey dan Frieren: Beyond Journey's End tak terhindarkan, meskipun latar dunianya berbeda.