Film aksi thriller War Machine yang dibintangi Alan Ritchson dipastikan akan berlanjut ke sekuel, menandai dimulainya era baru bagi Netflix dalam pengembangan waralaba film aksi orisinal.
Film yang tayang perdana pada Maret 2026 ini sukses besar dan kini dikembangkan menjadi waralaba multi-film, menunjukkan pergeseran strategi Netflix dalam genre aksi R-rated.
>>> Chainsaw Man: Merilis Merchandise Baru Denji dan Reze Setelah Satu Tahun Film
War Machine 2 Membuka Era Baru Netflix
War Machine menceritakan sekelompok tentara di Afghanistan yang menghadapi ancaman mesin pembunuh canggih.
Film ini dibintangi Alan Ritchson sebagai Sersan Staf tak bernama "81", bersama Keiynan Lonsdale, Daniel Webber, Esai Morales, Jai Courtney, dan Dennis Quaid.
Disutradarai oleh Patrick Hughes, film ini dipuji karena aksi dan spektrumnya yang memuaskan, meskipun mendapat ulasan beragam dari kritikus dengan skor 66% di Rotten Tomatoes.
Film ini tetap mendominasi platform Netflix selama dua minggu berturut-turut.
Patrick Hughes dipastikan kembali sebagai penulis dan sutradara untuk War Machine 2, dengan Alan Ritchson kemungkinan besar akan kembali memerankan karakternya.
Sekuel ini diharapkan menjadi awal dari waralaba baru yang menyaingi seri film aksi Netflix lainnya.
Perbedaan War Machine dengan Extraction
War Machine dianggap sebagai penerus spiritual Extraction yang dibintangi Chris Hemsworth.
Kedua film menampilkan aktor besar dalam peran pahlawan aksi yang menghadapi misi berbahaya dan penuh kejutan, serta tidak ragu menampilkan adegan kekerasan.
>>> Novel Thrawn Karya Timothy Zahn Akan Dibuat Manga, Rilis 2026
Namun, War Machine berhasil membedakan dirinya dari film aksi generik Netflix lainnya seperti The Gray Man atau Havoc.
Keberhasilan ini dicapai dengan memasukkan elemen fiksi ilmiah, di mana ancaman utama bukan penjahat biasa, melainkan mesin pembunuh yang mengingatkan pada monster di film sci-fi ikonik seperti Alien atau Predator.
Pendekatan unik ini menjadikan War Machine sebagai jawaban Netflix untuk genre creature feature yang sukses melahirkan waralaba besar di era 70-an dan 80-an, menawarkan variasi yang lebih luas dibandingkan Extraction.
Meskipun kedua waralaba ini berpotensi bersaing untuk perhatian Netflix, masa depan keduanya tampak cerah.
Film aksi thriller telah menjadi andalan Netflix, dan kedua franchise ini diharapkan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.
War Machine 2 telah mendapatkan lampu hijau untuk produksi, dengan potensi lebih banyak film menyusul jika sekuelnya mencapai kesuksesan serupa.
Sementara itu, Extraction juga terus berkembang dengan Extraction 3 yang sedang dalam pra-produksi, serta beberapa proyek spin-off seperti Tygo dan Mercenary: An Extraction Series.
>>> 10 Penjahat X-Men Paling Ikonik Era 1990-an, Diurutkan Berdasarkan Kepentingan
Baik War Machine maupun Extraction kini tersedia untuk streaming di Netflix.