⌂ Beranda News 7 Eksperimen Marvel yang Berakhir Bencana

7 Eksperimen Marvel yang Berakhir Bencana

7 Eksperimen Marvel yang Berakhir Bencana
Ilustrasi eksperimen Marvel yang gagal
A A Ukuran Teks16px

Marvel Comics telah lama menjadi pelopor dalam genre superhero. Namun, tidak semua ide yang mereka coba berhasil.

Beberapa eksperimen justru berakhir dengan kegagalan.

>>> Update Mengejutkan Setelah 15 Tahun, Game Fighting Legendaris Justru Rusak

Marvel Legacy

Pada 2016, DC Rebirth sukses besar menarik minat pembaca. Marvel yang saat itu sebenarnya menjual lebih baik, mencoba meniru kesuksesan tersebut dengan inisiatif Marvel Legacy.

Alih-alih menghadirkan perubahan berarti, Marvel hanya mengganti beberapa nama tanpa mengubah arah cerita. Fans pun bingung dengan branding yang tidak bermakna ini, dan inisiatif tersebut perlahan menghilang.

Tom Brevoort sebagai Editor X-Men

Tom Brevoort adalah salah satu editor tersukses Marvel, dikenal karena mengedit judul-judul Avengers dan event tahunan. Namun, ia pernah mengakui kurang tertarik pada X-Men.

Meski begitu, Marvel menunjuknya sebagai editor lini X-Men pada 2024. Awalnya berjalan baik, tetapi dalam enam bulan pertama mulai bermasalah.

Banyak penggemar X-Men yang tidak puas dengan arah buku-buku tersebut.

Era Krakoa

Era Krakoa dimulai dengan gemilang. Jonathan Hickman diberi kebebasan membangun bangsa mutan bersama kreator pilihan.

Namun, retakan mulai terlihat ketika Hickman mengubah rencananya dan akhirnya meninggalkan proyek.

Setelah kepergian Hickman, kualitas buku menurun drastis. Banyak judul yang dianggap buruk, termasuk flagship X-Men (Vol.

6). Akhir era ini terburu-buru karena Marvel memotong enam bulan cerita untuk menyambut era baru.

Cakar Panas Wolverine

Return of Wolverine dianggap sebagai salah satu cerita terburuk.

>>> 5 Hal yang Tidak Masuk Akal tentang T-1000 di Terminator 2

Selain menghidupkan kembali Wolverine dengan cara yang tidak memuaskan, komik ini juga memberikan kekuatan baru yang tidak berguna: cakar yang bisa memanas.

Kekuatan ini langsung diejek penggemar. Cakar Wolverine sudah bisa memotong apa pun, jadi tidak ada alasan untuk menambahkan kemampuan tersebut.

Hingga kini, kekuatan itu tidak pernah dijelaskan dan hampir dilupakan.

New Universe

Sekarang, Marvel sering menciptakan alam semesta baru, tetapi percobaan pertama mereka adalah kegagalan besar. New Universe diluncurkan pada 1980-an dengan harapan menangkap semangat era Silver Age.

Marvel merilis beberapa judul sekaligus dengan kreator terbaik, tetapi tidak ada yang menarik minat pembaca. New Universe hanya bertahan tiga tahun dan hampir dilupakan hingga baru-baru ini.

Dorongan Inhumans

Karena Marvel tidak memiliki hak film X-Men, mereka mulai mendorong Inhumans sebagai pengganti. X-Men dipinggirkan, dan karakter baru yang seharusnya mutan diubah menjadi Inhumans.

Namun, fans tidak tertarik. Inhumans sebelumnya adalah karakter kelas C, dan memberi mereka banyak buku adalah kesalahan besar.

Marvel bahkan tidak menempatkan kreator papan atas pada proyek ini.

Clone Saga

Clone Saga tidak seburuk yang dipikirkan penggemar muda, tetapi tetap menjadi eksperimen yang salah arah. Cerita ini berlarut-larut dan membingungkan, membuat banyak pembaca frustrasi.

>>> Sutradara Baru Black Clover Ungkap Perubahan Besar di Musim Kedua

Meskipun memiliki beberapa momen menarik, secara keseluruhan Clone Saga dianggap sebagai salah satu titik terendah dalam sejarah Spider-Man.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru