⌂ Beranda › News › X-Men '97: Pengorbanan Nightcrawler dan AS Nyatakan Perang Terhadap Mutant
News

X-Men '97: Pengorbanan Nightcrawler dan AS Nyatakan Perang Terhadap Mutant

Nightcrawler mengorbankan diri di X-Men '97
X-Men '97: Pengorbanan Nightcrawler dan AS Nyatakan Perang Terhadap Mutant
A A Ukuran Teks16px

Musim kedua serial animasi X-Men '97 menuntaskan kisahnya dengan alur cerita yang dramatis, menampilkan pengorbanan besar dan eskalasi konflik antara manusia dan mutan.

Dalam upaya menyelamatkan Gambit dari cengkeraman Apocalypse, para X-Men berhadapan dengan Celestial bernama Eson. Eson menawarkan bantuan dengan syarat Rogue harus mengorbankan nyawanya.

Namun, Nightcrawler, yang menganggap Rogue sebagai saudarinya, secara sukarela menawarkan dirinya untuk menggantikan Rogue dalam perjanjian tersebut. Ia percaya pengorbanannya akan membawa kebaikan yang lebih besar.

Perang Amerika Serikat Terhadap Mutant

Sementara itu, di luar upaya penyelamatan Gambit, Amerika Serikat mengambil langkah drastis dengan menyatakan perang terhadap kaum mutan.

Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya sentimen anti-mutan di negara tersebut.

X-Factor, yang dipimpin oleh Havok, bersekutu dengan X-Force dan menggunakan Sentinel generasi baru yang dikendalikan manusia untuk menyerang X-Corp.

Tindakan ini dianggap sebagai deklarasi perang terhadap seluruh ras mutan.

Situasi semakin memburuk dengan terpilihnya Graydon Creed, seorang tokoh anti-mutan, sebagai Presiden Amerika Serikat. Hal ini memicu kekhawatiran akan kebijakan yang lebih represif terhadap mutan.

Mystique, ibu Graydon Creed, juga mengambil peran penting dengan membunuh Val Cooper untuk menyusup ke dalam pemerintahan AS.

Peristiwa ini mengindikasikan arah cerita yang semakin gelap di musim mendatang.

Meskipun nasib Nightcrawler tidak secara eksplisit diperlihatkan, pengorbanannya dalam menghadapi Eson menandai akhir dari perannya dalam serial ini, meninggalkan luka mendalam bagi para X-Men.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru