'Saya berharap karakter yang kami ciptakan bersama Mayflower akan tumbuh melampaui Roblox, platform tempat anak-anak di seluruh dunia berkumpul untuk bermain, dan terus meraih pencapaian yang lebih tinggi.'
Ambisi itu juga menjelaskan mengapa Studio Mayflower merekrut seseorang dengan latar belakang Yajima.
Tujuannya bukan sekadar meluncurkan game monster collecting lainnya, melainkan memperkenalkan karakter dan dunia yang pada akhirnya bisa tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih besar.
Monster Battles Melampaui Roblox
Dua puluh tahun lalu, proyek seperti ini mungkin dimulai sebagai anime atau manga sebelum akhirnya menjadi video game.
Kini, proyek dimulai dari server Roblox.
Tetsuo Yajima bisa menghabiskan sisa kariernya mengerjakan proyek Pokémon. Sebaliknya, ia membantu menciptakan sesuatu yang baru.
Itu alasan yang cukup bagi penggemar monster collecting untuk memperhatikan makhluk dan dunia seperti apa yang diciptakan oleh salah satu kreator lama Pokémon ketika ia tidak bekerja di dalam universe milik orang lain.
Harapan Yajima agar Monster Battles tumbuh melampaui Roblox juga datang pada momen yang menarik bagi industri hiburan.
Hollywood semakin bersedia melihat game dan ide-ide yang lahir dari internet untuk franchise berikutnya.
The Backrooms membuktikan fenomena online bisa menjadi hit teatrikal, sementara Exit 8 menunjukkan game yang lebih kecil pun bisa sukses melompat ke film.
Monster Battles masih dalam tahap awal, tetapi Studio Mayflower jelas tidak menganggapnya sebagai rilis Roblox biasa.
>>> Anime Baru dari Pencipta "7th Time Loop" Dikonfirmasi, "Mafia Dating Sim"
Jika pemain menyambut dunia yang diciptakan Yajima dan tim, monster yang mereka tangkap hari ini mungkin tidak akan selamanya tinggal di Roblox.