The Prince of Tennis pertama kali diluncurkan di majalah Weekly Shonen Jump milik Shueisha pada tahun 1999, dan berjalan selama hampir satu dekade sebelum berakhir.
Kemudian Konomi memulai seri sekuel resminya setahun kemudian pada tahun 2009, dan manga itu berlanjut hingga tahun ini.
Namun, seri ini tidak begitu populer di Amerika Serikat kemungkinan karena anime-nya tidak pernah benar-benar berkembang.
The Prince of Tennis memulai debutnya bukan di Toonami, melainkan di platform streaming Toonami Jetstream yang gagal.
Ini terjadi jauh sebelum streaming anime menjadi norma, sehingga tidak mendapatkan banyak perhatian seperti waralaba besar lainnya di blok TV tersebut.
Hal ini menumpuk selama bertahun-tahun dan menguburnya di bawah berbagai hits lainnya, dan kini bahkan tidak bisa membaca bab terbaru manga secara legal seperti hits Shueisha lainnya.
>>> Mengapa The Odyssey Karya Nolan Sukses Saat Banyak Film Fantasi Gagal
Ini tentu bukan yang pantas diterima oleh waralaba legendaris seperti ini.