⌂ Beranda News Mengapa The Odyssey Karya Nolan Sukses Saat Banyak Film Fantasi Gagal

Mengapa The Odyssey Karya Nolan Sukses Saat Banyak Film Fantasi Gagal

Mengapa The Odyssey Karya Nolan Sukses Saat Banyak Film Fantasi Gagal
Ilustrasi: Mengapa The Odyssey Karya Nolan Sukses Saat Banyak Film Fantasi Gagal
A A Ukuran Teks16px

The Odyssey menjadi salah satu kesuksesan terbesar dalam karier Christopher Nolan.

Banyak yang bertanya-tanya mengapa film epik fantasi ini berhasil ketika banyak film sejenis berbiaya besar justru gagal di box office.

>>> Spider-Man: Brand New Day Resmi Kalahkan Avengers: Endgame di Rekor Box Office Domestik

Adaptasi puisi Yunani kuno karya Homer ini memang sebuah risiko besar bagi Nolan.

Meski ia dikenal mampu mengubah biografi fisikawan menjadi film laris miliaran dolar lewat Oppenheimer, menghadirkan kisah dengan cyclops, sirene, dan dewa-dewi adalah tantangan berbeda.

Film-film Nolan sebelumnya seperti Interstellar, Inception, dan The Prestige memang mengandung elemen fiksi ilmiah, tetapi selalu berakar pada sains yang masuk akal.

Sementara The Odyssey tidak pernah berusaha menjelaskan atau merasionalisasi elemen fantastisnya.

Film Fantasi Abad Pertengahan Gagal di Box Office

Keputusan Nolan ini berisiko karena film fantasi berbiaya besar belakangan ini sering gagal di pasaran. Contoh terbaru adalah reboot Masters of the Universe yang mengalami kegagalan finansial.

Sebelumnya, Dungeons & Dragons: Honor Among Thieves (2023) juga tidak sukses meski mendapat ulasan positif dan popularitas Stranger Things 4 serta Baldur's Gate 3.

>>> Star Wars Masuki Era Jedi Baru dengan Trailer Final Anime Disney+

Bahkan sebelum itu, film epik bergenre fantasi sudah kesulitan. Ben-Hur (2016) menghabiskan lebih dari 100 juta dolar tetapi hanya meraup kurang dari 95 juta dolar.

Exodus: Gods & Kings (2014) juga nyaris impas, dan Gods of Egypt (2016) menjadi bencana box office.

Cara Nolan Menyajikan Fantasi yang Diterima Penonton

Kesuksesan The Odyssey tampak seperti anomali di tengah kegagalan film-film sejenis. Padahal, film ini juga mengandalkan banyak bintang seperti Matt Damon, Zendaya, Tom Holland, dan Anne Hathaway.

Perbedaan utamanya terletak pada cara Nolan menangani elemen fantasi.

The Odyssey membenamkan penonton ke dalam dunianya selama tiga jam tanpa terjebak dalam eksposisi atau pembangunan dunia yang berlebihan.

Seperti film-film fiksi ilmiah Nolan sebelumnya, The Odyssey percaya diri membiarkan penonton mengikuti visi fantasinya tanpa menjelaskan secara berlebihan.

>>> One Piece Day 2026 Umumkan Jadwal Livestream untuk Acara Besar dan Lainnya

Kepercayaan diri inilah yang membawanya meraih sukses di box office, sementara kompetitornya gagal.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru