⌂ Beranda News Hukum Zeus dalam The Odyssey: Jantung Tematik Film Nolan

Hukum Zeus dalam The Odyssey: Jantung Tematik Film Nolan

Hukum Zeus dalam The Odyssey: Jantung Tematik Film Nolan
Ilustrasi: Hukum Zeus dalam The Odyssey: Jantung Tematik Film Nolan
A A Ukuran Teks16px

Film The Odyssey garapan Christopher Nolan telah tayang di bioskop. Seperti film Nolan lainnya, banyak hal yang bisa dibahas setelah menontonnya.

Nolan berhasil menangkap seluruh cakupan puisi epik Homer, termasuk barisan makhluk mistis dan tokoh yang ditemui Odysseus beserta anak buahnya dalam perjalanan.

>>> Desain Lady Deathstrike di Marvel's Wolverine Tuai Kontroversi

Namun, The Odyssey bukan sekadar perjalanan mistis dari Troya yang porak-poranda kembali ke kota Ithaca di Yunani.

Kisah ini memiliki banyak lapisan subteks yang lebih dalam, sebelum Nolan menambahkan cap tematiknya sendiri.

Sepanjang film, satu motif yang sering muncul adalah "Hukum Zeus".

Konsep ini membutuhkan lebih dari sekadar definisi sederhana: ia sebenarnya adalah jantung tematik film Nolan dan pesan besarnya kepada dunia.

Apa Itu Hukum Zeus?

"Hukum Zeus" adalah bagian dari mitologi Yunani, sering menjadi kekuatan pengatur yang menentukan nasib di momen-momen penting.

Hukum ini didasarkan pada status Zeus sebagai dewa keramahan, selain dewa petir dan raja para dewa.

Hukum Zeus berakar pada konsep Yunani kuno bernama xenia, yang mewajibkan tuan rumah memperlakukan tamu dengan penuh hormat dan perhatian, karena Anda tidak pernah tahu apakah pengemis paling hina itu sebenarnya Zeus atau dewa lain yang menyamar.

Seperti pepatah modern, "perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan".

Ada seperangkat aturan lengkap bagi tuan rumah dan tamu, mulai dari makanan dan tempat tinggal yang diwajibkan hingga batasan sopan tentang lama tinggal tamu dan tata krama mereka terhadap tuan rumah.

Dalam budaya dan mitologi Yunani, Hukum Zeus dianggap sebagai salah satu hukum keramahan dan perilaku yang sakral dan tidak boleh dilanggar.

Melanggarnya dianggap sebagai penghinaan terhadap para dewa, yang dihukum dengan pembalasan karma.

Hukum ini menjadikan rumah sebagai surga sejati bagi pengunjung, apa pun keadaan mereka, dan merupakan salah satu ciri utama mengapa Yunani menganggap dirinya sebagai peradaban yang maju.

Seperti yang dijelaskan Nolan kepada New York Times, "Dunia itu, ini jelas soal kelangsungan hidup dasar.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru