Aniplex, salah satu perusahaan produksi anime terkemuka di Jepang, menyatakan keterbukaannya terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi anime.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Presiden Aniplex, Nishimoto Shu, dalam wawancara dengan Variety.
>>> Serial Supernatural The CW iZombie Hadir Gratis di Pluto TV
Shu mengatakan bahwa jika AI dapat memberikan dampak positif bagi pekerjaan kreator, Aniplex akan menggunakannya dengan hati-hati.
Aniplex merupakan anak perusahaan Sony Music Entertainment Japan yang duduk di komite produksi Demon Slayer dan ikut memproduksi Solo Leveling.
Eksperimen AI di Solo Leveling dan Demon Slayer
Salah satu seri yang patut diperhatikan adalah Solo Leveling, di mana Aniplex bertindak sebagai ko-produser.
Trailer film Solo Leveling terbaru menampilkan penggunaan CGI 3D yang memadukan citra realistis dengan gaya seni 2D anime.
Kombinasi ini tidak biasa dan bisa menjadi salah satu eksperimen awal AI dalam seri tersebut.
>>> Netflix Konfirmasi Thriller 6 Episode Paling Banyak Ditonton di 2026
Sementara itu, Demon Slayer juga berpotensi mengalami eksperimen serupa mengingat peran Aniplex di komite produksi bersama Ufotable.
Film-film Demon Slayer mendatang mungkin juga akan menampilkan eksperimen AI, meskipun belum tentu masuk dalam hasil akhir.
Dengan AI mulai dieksplorasi dalam anime modern besar, penggunaannya bisa menjadi norma di masa depan.
Pesan yang jelas adalah peran AI dalam produksi anime kemungkinan akan terus berkembang seiring evolusi teknologi.
>>> Netflix Akan Hapus Seluruh Film Saw; Masa Depan Waralaba Masih Misteri
Apa yang dimulai sebagai eksperimen bisa menjadi praktik standar, dan bagi perusahaan seperti Aniplex, mempertimbangkan AI menandakan bahwa penggunaannya dalam produksi anime mungkin tidak terhindarkan.