Sega Genesis adalah salah satu konsol paling ikonik dalam sejarah video game.
Konsol 16-bit ini pernah menjadi bintang dalam persaingan sengit melawan Nintendo dan memiliki tempat istimewa di hati para gamer yang tumbuh di era 90-an.
>>> Komik Street Fighter Langka Bertanda Tangan Jean-Claude Van Damme, Layakkah Harganya?
Meskipun memiliki perpustakaan game yang beragam, mulai dari judul-judul dewasa yang mengejutkan hingga platformer ramah keluarga seperti Sonic the Hedgehog, beberapa game klasik ternyata tidak menua dengan baik.
Kini, di tahun 2026, game-game yang dulunya menghibur berjam-jam itu justru terasa tidak dapat dimainkan lagi oleh standar modern.
Mortal Kombat: Ikonik Namun Ketinggalan Zaman
Tidak dapat disangkal, Mortal Kombat memiliki dampak yang sangat besar. Game ini membantu mendefinisikan genre fighting dan hampir menyamai popularitas Street Fighter.
Kekerasan dan darahnya bahkan memicu kontroversi di Kongres AS, yang akhirnya mengarah pada pembentukan sistem rating ESRB yang dikenal saat ini.
Namun, memainkan Mortal Kombat hari ini terasa janggal. Game fighting modern menawarkan fluiditas yang tidak dimiliki Mortal Kombat versi orisinal.
Serangan dalam game ini terasa lebih lambat, dan kombo yang tersedia sangat terbatas dibandingkan standar saat ini.
Meskipun signifikansi historisnya tidak dapat disangkal, Mortal Kombat klasik bukan lagi sebuah keharusan untuk dimainkan.
ToeJam & Earl: Pelopor Roguelike yang Frustrasi
Jika pemain modern melihat ToeJam & Earl, mereka akan menemukan konsep eksplorasi dan elemen roguelike yang kini umum ditemui.
Meskipun bukan penemu genre roguelike, pemain akan merasa familiar dengan elemen-elemennya. Namun, tingkat randomisasi setiap permainan dan ritmenya yang aneh membuatnya sulit dimainkan.
Randomisasi yang seharusnya menjadi aset untuk replayability justru seringkali menimbulkan frustrasi yang berlebihan. Game ini tidak memberikan arah yang jelas, membuat pemain merasa berjalan tanpa tujuan.
Disney's Aladdin: Tingkat Kesulitan yang Melonjak Drastis
Disney's Aladdin mungkin menjadi tonggak budaya di Sega Genesis, tetapi tingkat kesulitannya sangat membuat frustrasi.