⌂ Beranda News 7 Anime Paling Mengecewakan di 2026 Sejauh Ini, Versi CBR

7 Anime Paling Mengecewakan di 2026 Sejauh Ini, Versi CBR

7 Anime Paling Mengecewakan di 2026 Sejauh Ini, Versi CBR
A A Ukuran Teks16px

Setiap musim selalu ada anime yang bersinar menjadi klasik instan, dan ada pula yang tersandung.

Namun, kekecewaan terbesar datang ketika serial yang menjanjikan gagal memenuhi ekspektasi setelah berbulan-bulan hype.

>>> Supergirl Punya Dua Versi, Tapi Tak Seperti Snyder Cut: Ini Bedanya

Memasuki pertengahan 2026, krim terbaik dari kumpulan anime tahun ini mulai menunjukkan kesuksesan jangka panjang. Di sisi lain, kekecewaan terbesar juga mulai terlihat jelas.

Baik karena ketidaksetiaan pada materi sumber, alur cerita yang bertele-tele, atau pilihan animasi yang mengganggu, tidak semua serial anime 2026 bisa disebut mahakarya.

Rent-a-Girlfriend Season 5: Snoozefest yang Terprediksi

Siapa pun yang masih berharap Rent-a-Girlfriend akan berubah menjadi tontonan berharga di musim kelimanya jelas salah besar.

Kritik yang sama masih menghantui anime harem ini: alur berulang, miskomunikasi yang menyebalkan, dan kurangnya pengembangan karakter.

Musim kelima melanjutkan arc 'Hawaii' yang masih menunda klimaks emosional antara Chizuru dan Kazuya. Meski mengecewakan, hal ini sudah diduga oleh para penggemar.

Dengan musim keenam yang sudah diproduksi, hanya tawa yang tersisa.

Dark Moon: The Blood Altar: Lebih Banyak Romansa Remaja daripada Drama Vampir

Sekilas, Dark Moon: The Blood Altar menjanjikan cerita kelam tentang dunia vampir yang berbahaya.

Namun, yang terjadi justru reverse harem sekolah menengah yang aman dengan estetika vampir tanpa gigitan.

Penggemar boy band K-pop ENHYPEN mungkin menikmati melihat anggota mereka sebagai siswa vampir, tetapi daya tarik itu hanya sebatas itu.

Protagonis Sooha terasa seperti self-insert untuk penggemar, dan vampirisme tidak berdampak signifikan pada narasi.

Dead Account: Mati Sejak Awal

Dead Account memiliki premis unik: roh jahat menghantui akun online yang mati, melahirkan eksorsis digital.

Protagonis Soji Enishiro mencari nafkah dengan membuat video rage bait untuk membayar tagihan rumah sakit adiknya.

Alih-alih menjadi komentar tentang lanskap digital, Dead Account dengan cepat berubah menjadi tontonan shonen yang terprediksi.

Kepribadian Soji sebagai troll online membuatnya tidak disukai, dan setiap pertarungan terasa lambat serta membosankan, diperparah dengan anggaran animasi yang rendah.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru