⌂ Beranda News 4 Kontroversi Terbesar Film The Odyssey Karya Christopher Nolan

4 Kontroversi Terbesar Film The Odyssey Karya Christopher Nolan

4 Kontroversi Terbesar Film The Odyssey Karya Christopher Nolan
A A Ukuran Teks16px

Kritik Akurasi Sejarah dan Estetika Kostum

Banyak kritik ditujukan pada kostum The Odyssey, terutama baju zirahnya, yang dianggap tidak akurat secara historis.

Secara khusus, penonton mempermasalahkan baju zirah perak yang dikenakan oleh figur raksasa di poster dan baju zirah hitam bergaya Agamemnon.

Banyak yang mengatakan bahwa yang terakhir akan lebih cocok di salah satu film Batman Nolan daripada di Yunani kuno.

Para pembela menunjukkan bahwa The Odyssey secara luas dianggap sebagai kisah fiktif tentang Perang Troya, yang diduga terjadi pada abad ke-12 atau ke-13 SM.

Dalam wawancara yang sama dengan Times, Nolan membela baju zirah hitam Agamemnon, mengutip belati Mycenaean dari era itu yang terbuat dari perunggu yang dihitamkan.

Dia lebih lanjut mengklaim bahwa versi Homer mencerminkan zamannya sendiri pada abad kedelapan SM dan, dengan demikian, juga tidak akurat secara historis.

>>> Power Rangers Unlimited Ungkap Perubahan Besar pada Alur Cerita Once & Always

Meskipun beberapa anggota penonton menekankan akurasi sejarah sebagai faktor kunci dalam imersi cerita, yang lain membuat klarifikasi lain.

Terlepas dari apakah baju zirah itu autentik, beberapa penonton hanya menganggap baju zirah The Odyssey tidak enak dipandang.

Penggunaan Bahasa Modern Memicu Kehebohan

Sementara sebagian besar film berbahasa Inggris memilih menggunakan aksen Inggris saat menggambarkan cerita klasik Eropa dan karya kuno lainnya, para aktor The Odyssey berbicara dengan aksen Amerika.

Hal ini menimbulkan beberapa alis terangkat ketika trailer pertama dirilis.

Namun, trailer kedua, yang menyertakan lebih banyak dialog, mengguncang internet ketika Telemachus menyebut Odysseus sebagai "dad" dan Antinous menggunakan istilah "daddy."

Aksen Amerika mungkin merupakan pilihan yang menyegarkan yang bisa diterima penonton, tetapi banyak yang terkejut dengan kata-kata modern ini.

Karena Nolan belum menjelaskan pemikiran di balik keputusan kreatif ini, beberapa orang bertanya-tanya apakah bahasa modern ini adalah upaya yang salah untuk membuat The Odyssey lebih "mudah diakses" oleh penonton saat ini.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru