Tahun 2026 menjadi pengingat pahit bahwa di balik kesuksesan game, ada banyak proyek ambisius yang harus berakhir sebelum waktunya.
DreamWorld, MMO yang menggabungkan elemen Valheim dan Minecraft, resmi dihentikan hanya tiga bulan setelah memasuki Early Access pada 10 Maret 2026.
Game ini merupakan proyek passion dari Zachary Kaplan yang didanai melalui Kickstarter sebesar $65.000 pada tahun 2021.
Pengumuman di halaman Steam menyatakan bahwa DreamWorld telah 'ditarik dari Early Access dan dihapus dari penjualan'.
Kurangnya Pemain Jadi Penyebab Utama
Menurut data SteamDB, game ini hanya mencapai puncak 56 pemain bersamaan dengan ulasan yang beragam.
Kritik dari media seperti PC Gamer yang menyebut versi alpha sebagai 'bencana besar' turut mempengaruhi persepsi publik.
Beberapa pemain bahkan menuduh proyek ini sebagai penipuan, meskipun tim pengembang tampak tulus dalam usahanya.
Masalah di server Discord dan kurangnya pengalaman tim disebut sebagai faktor yang memperburuk situasi.
Reputasi dan Momentum Kunci Kesuksesan
DreamWorld mengandalkan rekomendasi dari mulut ke mulut untuk menarik pemain, tetapi reputasi yang buruk justru menjauhkan calon pemain.
Game ini dirilis dengan sedikit perhatian dan tenggelam di tengah persaingan judul-judul besar lainnya.
Industri MMO saat ini sangat sulit ditembus, bahkan proyek yang didanai besar pun bisa tutup dalam hitungan minggu.
DreamWorld mungkin adalah upaya berani untuk mewujudkan mimpi, tetapi ambisi dan investasi awal saja tidak cukup untuk meraih kesuksesan di industri game modern.