⌂ Beranda › Tren › Kenapa Cesc Fabregas Trending? Como Tantang Inter di San Siro dengan Rekor 23 Poin
Tren

Kenapa Cesc Fabregas Trending? Como Tantang Inter di San Siro dengan Rekor 23 Poin

Kenapa Cesc Fabregas Trending? Como Tantang Inter di San Siro dengan Rekor 23 Poin
Para pemain Inter Milan merayakan gol
A A Ukuran Teks16px

Nama Cesc Fabregas menjadi salah satu pencarian terpopuler di Google Trends Indonesia pada Minggu, 8 November 2026. Pelatih Como 1907 itu akan memimpin timnya menantang Inter Milan di San Siro dalam lanjutan pekan ke-11 Serie A.

Laga Inter Milan versus Como digelar Minggu, 8 November 2026 pukul 18.00 waktu setempat, atau Senin, 9 November 2026 pukul 00.00 WIB. Inter mengoleksi 25 poin dari 10 laga, sedangkan Como mengoleksi 23 poin dan menempati posisi keempat klasemen sementara.

Como datang dengan status tim kejutan musim ini. Sebanyak 23 poin dari 10 laga merupakan rekor terbaik klub di tahap awal satu musim kasta tertinggi, melampaui rekor sebelumnya yang hanya 17 poin. Tujuh kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan menjadi bukti perkembangan pesat tim asuhan Fabregas.

Rekor Buruk Fabregas Melawan Inter

Fabregas belum pernah menang atas Inter dalam enam pertemuan, dengan lima kekalahan dan satu hasil imbang. Inter juga memenangi 11 laga Serie A beruntun atas Como, rentetan terpanjang Nerazzurri atas satu lawan mana pun, serta 14 laga kandang beruntun atas Como sejak 1950.

Inter juga mengincar kemenangan kandang keenam beruntun musim ini, pencapaian yang terakhir kali diraih pada musim 1979-80. Lima laga kandang sejauh ini semuanya dimenangi dengan total 17 gol, dan Marcus Thuram sudah mencetak empat gol dalam tiga pertemuan Serie A melawan Como.

Modal Kemenangan 9-1 atas Lens

Como tiba di Milan dengan modal kemenangan 9-1 atas RC Lens di Liga Champions. Hasil itu menjadi kemenangan tandang dengan selisih delapan gol pertama dalam sejarah kompetisi, sekaligus kemenangan keenam beruntun Como di semua kompetisi.

Fabregas menyebut laga melawan Inter sebagai tolok ukur perkembangan timnya. "Inter tetap menjadi tim terkuat di Italia, kita akan lihat level kami nanti," ujarnya. Ia juga mengenang semifinal Coppa Italia musim lalu, ketika Como nyaris menyingkirkan Inter sebelum akhirnya tersingkir.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru