⌂ Beranda › Tren › Como 1907 dan Resep Bangun Klub: Barcelona untuk DNA, Brighton untuk Rekrutmen
Tren

Como 1907 dan Resep Bangun Klub: Barcelona untuk DNA, Brighton untuk Rekrutmen

Como 1907 dan Resep Bangun Klub: Barcelona untuk DNA, Brighton untuk Rekrutmen
Para pemain Como merayakan gol saat menang 2-0 atas Lecce di Liga Italia • Tribunnews/Herudin
A A Ukuran Teks16px

Barcelona untuk cara bermain, Brighton dan Brentford untuk cara merekrut, dan komite untuk mengambil keputusan — itulah resep Como 1907 membangun klub, menurut presiden Mirwan Suwarso.

Dalam wawancara eksklusif dengan TNT Sports yang terbit Jumat 6 November 2026, Mirwan memaparkan model yang dipakai Como. Barcelona menjadi acuan utama DNA permainan: penguasaan bola, pressing tinggi, sepak bola menyerang yang atraktif. Brighton & Hove Albion dan Brentford menjadi acuan rekrutmen — dengan penyesuaian pada kebutuhan Como, bukan penjiplakan mentah.

"Dari segi DNA sepak bola, kami ingin menjadi seperti Barcelona. Kami ingin fokus pada keinginan menguasai bola, pressing tinggi, penguasaan bola, dan sepak bola menyerang yang menarik," kata Mirwan.

Sistem Rekrutmen Tujuh Tahap

Rekrutmen Como memadukan analisis data, scouting, dan penilaian pelatih Cesc Fabregas untuk menemukan pemain undervalued yang cocok dengan sistem. "Kami mencoba menemukan pemain-pemain undervalued yang bisa kami masukkan ke dalam sebuah unit menggunakan model yang sama seperti yang telah dilakukan Brighton atau Brentford," ujar Mirwan.

Direktur olahraga Brighton Mike Cave kepada BBC Sport pada 8 Oktober 2026 menegaskan tidak ada satu atribut atau metrik tunggal sebagai patokan utama; Alexis Mac Allister adalah contoh pemain yang dikembangkan lewat peminjaman sebelum gabung Liverpool. Direktur teknik Brentford Lee Dykes menyebut klubnya memantau sekitar 85.500 pemain dalam sistem rekrutmen tujuh tahap yang mencakup 16 posisi.

Data Saja Tidak Cukup

Fabregas melihat kualitas Maximo Perrone (eks Manchester City) yang tidak sepenuhnya tercermin di statistik — terutama kecepatan berpikir dan membaca permainan — dan meyakinkan manajemen untuk memaksimalkannya secara taktik.

Martin Baturina pertama kali direkomendasikan kepada Mirwan oleh jurnalis transfer Fabrizio Romano; departemen data Como menilai positif pemain Dinamo Zagreb itu. Sementara itu, kesepakatan untuk Petar Sucic dibatalkan karena permintaan komisi agen hampir sebesar biaya transfer; Sucic kemudian bergabung dengan Inter Milan.

Target Akademi 30-40 Persen

Mirwan berperan sebagai moderator yang mempertemukan scouting, strategi, analisis data, dan staf pelatih, agar keputusan tidak bergantung pada satu orang atau departemen — dan identitas klub bisa bertahan saat pelatih berganti.

Como menargetkan 30-40 persen pemain tim utama berasal dari akademi sendiri dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Como kini bekerja dengan 27 klub, mengubah apa yang mereka bangun menjadi bisnis layanan multi-klub.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru