Program nuklir Iran menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari pada Sabtu (7/11/2026). Pemicunya adalah pengumuman Amerika Serikat yang menawarkan hadiah hingga 20 juta dolar AS, sekitar Rp362 miliar, untuk informasi mengenai program nuklir Teheran.
Pengumuman itu disampaikan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melalui akun media sosial X pada Jumat malam waktu setempat. Program yang dipakai adalah Rewards for Justice, program penghargaan di bawah Departemen Luar Negeri AS yang sudah ada sejak 1984 dan digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait ancaman keamanan nasional AS.
Kenapa AS Menawarkan Hadiah Sebesar Itu?
Dalam pengumumannya, CENTCOM menyebut hadiah diberikan untuk informasi mengenai fasilitas nuklir, peralatan, dan orang-orang yang berkaitan dengan program nuklir Iran, termasuk kalangan ilmuwan. Informasi tentang pergerakan fasilitas, peralatan, maupun personel terkait juga dicari.
Pemerintah AS juga menjanjikan kemungkinan relokasi bagi pemberi informasi dan keluarganya, yang diputuskan berdasarkan penilaian per kasus. Identitas sumber dijaga kerahasiaannya, tetapi pembayaran tidak otomatis: informasi harus dinilai terlebih dahulu oleh lembaga-lembaga AS sebelum hadiah disetujui.
Kontras dengan Klaim Trump
Sayembara ini menjadi sorotan karena muncul di tengah klaim berulang Presiden AS Donald Trump bahwa kemampuan nuklir Iran telah dihancurkan. Jika klaim itu benar, muncul pertanyaan mengapa Washington masih membutuhkan informasi sedetail itu tentang fasilitas dan ilmuwan nuklir Iran.
Catatan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memberi konteks lain. IAEA mencatat pengayaan uranium Iran mencapai tingkat kemurnian 60 persen pada 2025. Laporan IAEA Juni 2025 menyebut stok uranium 60 persen Iran mencapai sekitar 408,6 kilogram per 17 Mei 2025, naik 133,8 kilogram dari laporan sebelumnya.
Tingkat 60 persen itu tinggal selangkah secara teknis dari 90 persen yang dibutuhkan untuk senjata nuklir. Hadiah maksimal 20 juta dolar AS itu setara dengan sekitar Rp362,6 miliar dengan kurs acuan Bank Indonesia Rp18.130 per dolar AS pada 6 November 2026. Pengumuman CENTCOM tidak merinci informasi seperti apa yang berhak atas hadiah maksimal, dan tidak ada keterangan resmi dari pihak Iran mengenai sayembara ini.
