Sensor ketat terhadap manga Dragon Ball di Amerika Serikat pada masa lalu ternyata berujung pada pemusnahan seluruh stok buku.
Pengakuan mengejutkan ini disampaikan oleh seorang direktur penjualan yang terlibat langsung dalam distribusi seri karya Akira Toriyama tersebut.
>>> Dexter: Resurrection Season 2 Hadirkan Kembali Karakter Kejutan
Semua bermula dari keluhan seorang orang tua di gerai Toys R Us.
Setelah memeriksa isi manga Dragon Ball, orang tua tersebut melaporkan konten yang dianggap tidak pantas untuk anak-anak.
Keluhan tunggal itu memicu reaksi berantai. Pihak distributor dan peritel memutuskan untuk menarik semua buku Dragon Ball dari rak dan memusnahkannya.
>>> Bintang From Ungkap Adegan Kematian di Final Season 4 yang Diubah karena Terlalu Keras
Dampak Sensor pada Distribusi
Keputusan pemusnahan total menunjukkan betapa ketatnya sensor yang diterapkan pada manga di Amerika Serikat kala itu.
Dragon Ball, yang dikenal dengan adegan kekerasan dan humor dewasa, dianggap terlalu berisiko untuk pasar anak-anak.
Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi industri penerbitan manga di AS. Banyak penerbit kemudian lebih berhati-hati dalam menyunting konten agar sesuai dengan standar lokal.
>>> 10 Perubahan Terbesar Film Supergirl dari Komik
Meski demikian, Dragon Ball tetap menjadi fenomena budaya global. Manga yang terbit sejak 1984 hingga 1995 ini telah menginspirasi jutaan penggemar di seluruh dunia.