⌂ Beranda › Tren › Jangan Cuma Bersih di Jalan: Industri EV Didesak Benahi Rantai Pasoknya
Tren

Jangan Cuma Bersih di Jalan: Industri EV Didesak Benahi Rantai Pasoknya

Jangan Cuma Bersih di Jalan: Industri EV Didesak Benahi Rantai Pasoknya
Mobil listrik BYD di jalan perkotaan • Wikimedia Commons / Benlisquare
A A Ukuran Teks16px

Direktur Eksekutif CERAH, Agung Budiono, mengarahkan sorotan ke sumber energi pengolahan. Hilirisasi nikel yang memproduksi bahan baku baterai EV sangat bergantung pada PLTU batu bara, sehingga berpotensi mengurangi manfaat lingkungan yang diharapkan dari kendaraan listrik.

Solusinya, kata Agung, produsen kendaraan listrik perlu menetapkan standar bahan baku yang bebas energi fosil, serta mempercepat peralihan dari kendaraan bermesin pembakaran internal menuju kendaraan listrik. Kendaraan hibrida dinilai belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan emisi karena masih mengonsumsi bensin atau solar.

Agung juga mengutip data Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) tentang polusi udara di Pulau Jawa yang menyebabkan 1.530 korban jiwa pada September, dengan emisi kendaraan bermotor sebagai salah satu faktor penyebabnya. Peralihan ke kendaraan listrik, karena itu, perlu dibarengi transformasi sumber energi pada sektor industri pengolahan agar manfaat dekarbonisasi tercapai optimal.

Transisi yang Adil, Bukan Sekadar Teknologis

Koordinator Enter Nusantara, Reka Maharwati, menutup rangkaian desakan itu dengan menekankan keadilan. Transisi energi tidak cukup hanya mengejar perubahan teknologi dan peningkatan penggunaan kendaraan listrik, tetapi juga perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan melalui aksi penyerahan rapor kepada sejumlah perusahaan otomotif sebagai bentuk aspirasi generasi muda terhadap pelaksanaan transisi energi di Indonesia — pengingat bahwa komitmen keberlanjutan harus hidup dalam proses produksi dan pengelolaan rantai pasok, bukan hanya pada produk rendah emisi.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru