Alasan Jumlah Pengancam Sangat Banyak
Ketidakungkapan itu memiliki penjelasan langsung dari sisi Dea Ayu. Persoalan ini disebut sensitif, dan jumlah pihak yang mengancam sangat banyak sehingga sulit dirinci satu per satu. Apabila ancamannya datang dari banyak pihak sekaligus, merinci identitas satu demi satu jelas bukan pekerjaan ringan, apalagi ketika materi ancamannya sendiri berkaitan dengan privasi keluarga yang masih harus ia lindungi dari penyebaran lebih lanjut.
Kisah Dea Ayu pada akhirnya menjadi pengingat bahwa berpendapat di media sosial dapat berujung pada teror nyata bagi kreator dan keluarganya. Yang sudah terkonfirmasi dari pengakuannya adalah adanya ancaman bernada penyebaran informasi pribadi keluarga, langkah konsultasi hukum sebelum bercerita, serta pilihannya untuk tidak membuka identitas pengancam. Di luar tiga hal itu, publik belum memiliki dasar apa pun untuk menunjuk pihak tertentu sebagai pelakunya.
Bagi sesama kreator konten, pengalaman Dea Ayu ini dapat dibaca sebagai gambaran nyata risiko bersuara di ruang digital, terutama ketika pendapat yang disampaikan memancing reaksi keras dari banyak pihak sekaligus. Ia memilih jalur yang terukur: berkonsultasi hukum terlebih dahulu, bercerita seperlunya kepada publik lewat Threads, dan tidak membuka identitas pengancam yang memang tidak ia rinci. Sikap hati-hati seperti itu membuat pengakuannya tetap berada dalam koridor yang ia kendalikan sendiri, sambil memberi ruang bagi penanganan persoalan teror tersebut tanpa harus mengorbankan privasi keluarganya lebih jauh.