Kisah Farel trending: remaja 16 tahun yang mengaku tidak digaji selama bekerja di bengkel Surabaya, lalu berjalan kaki ratusan kilometer menuju Semarang. Netizen pun bertanya-tanya soal nama bengkelnya.
Kisah ini berasal dari perbincangan Farel dengan Mas Adon di akun Instagram @adon_cupu. Ia mengaku yatim piatu, hidup sendiri, dan merantau dari Bogor ke Surabaya untuk bekerja.
Nama Bengkel Tidak Disebutkan
Jawaban atas pertanyaan yang paling banyak dicari itu sederhana: nama bengkelnya tidak diungkap. Farel hanya menyebut bekerja di Surabaya, dengan satu-satunya petunjuk kawasan Tanjung Perak saat didesak. Ia mengaku sudah ikhlas atas perlakuan majikannya, sehingga memilih tidak membuka nama bengkel tersebut.
Pengakuan Sepihak soal Upah
Farel mengaku hak upahnya tidak dipenuhi majikan, tanpa menyebut besaran upah maupun lama bekerja. Klaim ini masih versi Farel semata — belum ada keterangan pemilik bengkel atau pihak resmi yang menanggapinya.
Lewati Enam Kota dengan Berjalan Kaki
Rute pulangnya membentang dari Surabaya melewati Tuban, Rembang, Pati, Kudus, hingga Demak. Di Demak, seorang sopir truk memberinya tumpangan hingga Genuk, Semarang, memotong sisa perjalanan kakinya.