Media sosial dihebohkan dugaan rekayasa kehamilan hingga kematian bayi oleh sepasang suami istri di Bontang, Kalimantan Timur. Yang diduga dipalsukan bukan main-main: jenazah bayi dalam prosesi pemakaman diduga diganti guling mini berbalut kain kafan.
Pasutri yang diidentifikasi bernama Andi Tar Rahayu dan Dandi itu awalnya mengumumkan kehamilan, kemudian mengklaim bayi mereka lahir dan meninggal dunia. Usai ramai jadi perbincangan, keduanya memberikan klarifikasi dan meminta maaf. Meski begitu, semua perbuatan tersebut hingga kini masih berstatus dugaan.
Kenapa Diduga Melakukan Itu?
Dua alasan disebut menjadi latar belakangnya. Pertama, tekanan mental karena telah lama belum dikaruniai anak, sementara keinginan memiliki keturunan begitu besar dan tekanan itu terus bertambah seiring waktu.
Kedua, mereka diduga takut dicap mandul atau tidak bisa punya anak, terutama oleh keluarga sendiri.
Kata Polisi: Masih Diselidiki
Polres Bontang melalui Kasat Reskrim Ipda Putra membenarkan penyelidikan atas kasus ini, dan saksi-saksi telah diperiksa. Belum ada putusan pengadilan, sehingga pasutri tersebut tidak bisa disebut bersalah.
Warganet juga mengaitkan kasus ini dengan dugaan peristiwa serupa di Jember, Jawa Timur, tentang pasutri yang diduga merekayasa kehamilan, kelahiran, dan kematian bayi. Perkembangan penyelidikan di Bontang masih ditunggu.