⌂ Beranda › Tren › Materi Personal Branding PPPK: Pembelajaran dan Contoh Penerapannya bagi ASN
Tren

Materi Personal Branding PPPK: Pembelajaran dan Contoh Penerapannya bagi ASN

Materi Personal Branding PPPK: Pembelajaran dan Contoh Penerapannya bagi ASN
Seragam ASN
A A Ukuran Teks16px

Personal Branding adalah salah satu materi penting orientasi PPPK. Ini ringkasan pembelajarannya dan contoh penerapan di lingkungan kerja yang bisa dijadikan acuan jawaban.

Peserta orientasi biasanya diminta menjawab apa yang dipelajari dari materi ini dan pelajaran apa yang diterapkan di lingkungan kerja. Penekanannya jelas: jawaban berupa tindakan konkret, bukan sekadar definisi.

Reputasi Dibangun dari Perilaku

Di pemerintahan, personal branding bukan urusan popularitas media sosial. ASN dikenal dari kompetensi, kejujuran, disiplin, dan kualitas pelayanan publik. Reputasi lahir dari perilaku konsisten, bukan penampilan atau promosi diri, dan berpijak pada nilai inti BerAKHLAK: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Penjelasan BKN

Publikasi BKN menempatkan personal branding sebagai bagian dari peningkatan citra positif profesi ASN. Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh dalam webinar 4 Februari 2025 mengatakan profesi ASN perlu dikenal publik secara menyeluruh, terutama kinerjanya, dan branding profesi perlu ditingkatkan dari sisi personal, organizational, hingga product branding.

Narasumber pelatihan Personal Branding ASN BPSDM Hukum dan HAM, Yunus Triyonggo (Oktober 2024), menambahkan bahwa personal branding bukan hanya citra, melainkan nilai dan integritas yang dipegang teguh; reputasi profesional berawal dari karakter dan tindakan nyata.

Yang Dipelajari dari Materi Ini

Pembelajaran utamanya: citra diri bertumpu pada kemampuan dan perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan. Citra positif dibangun lewat integritas, kompetensi, disiplin, dan konsistensi. Peserta juga belajar mengenali kelebihan dan kekurangan diri, meningkatkan kemampuan, menjaga etika komunikasi, serta menunjukkan tanggung jawab. Disiplin diwujudkan antara lain lewat datang tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan sesuai target, dan mematuhi aturan.

Yang Diterapkan di Lingkungan Kerja

Penerapannya bisa berupa kebiasaan disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan berorientasi pelayanan. Contoh konkretnya antara lain laporan kerja akurat, pekerjaan selesai tepat waktu, komunikasi santun, memberi solusi sesuai kewenangan, membantu rekan, melayani publik dengan ramah, mengikuti pembelajaran berkelanjutan, terbuka terhadap kritik, bekerja sama dengan rekan, dan bijak bermedia sosial dengan menjaga data rahasia serta kepercayaan publik. Intinya, reputasi berasal dari kualitas kerja dan pelayanan yang bermanfaat, bukan pencitraan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru