⌂ Beranda › Tren › Dari Bundaran HI ke Maguwoharjo: Kenapa RANS Carnival Sepi
Tren

Dari Bundaran HI ke Maguwoharjo: Kenapa RANS Carnival Sepi

Dari Bundaran HI ke Maguwoharjo: Kenapa RANS Carnival Sepi
konser • yveet/unplash
A A Ukuran Teks16px

Apa yang terjadi di RANS Carnival Yogyakarta menjadi potret betapa cepatnya sebuah kontroversi di Jakarta merembet ke panggung hiburan di daerah. Festival dua hari di Maguwoharjo, Sleman, itu sepi pada hari pertama setelah penampil dan tenant berbondong-bondong mundur.

Festival yang digelar 31 Oktober hingga 1 November 2026 itu kehilangan sejumlah nama besar. Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, Orkes Melayu Wawes, dan Fourtune mengumumkan pembatalan sebelum atau pada hari pelaksanaan. Guyon Waton menekankan alasan kondusivitas dan kenyamanan, sementara OM Wawes menyebut tidak ingin melukai hati masyarakat Yogyakarta.

Salah satu laporan menyebut sekitar 95 persen pelaku UMKM juga menarik diri. Angka itu berasal dari pemberitaan lokal dan patut dibaca sebagai laporan di lapangan, bukan data resmi penyelenggara.

Dari Bundaran HI ke Maguwoharjo

Akar polemiknya ada di Jakarta. Pada Kamis, 29 Oktober 2026, Polda Metro Jaya menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Kehadiran Raffi Ahmad dan Willie Salim di acara itu memicu kritik setelah sejumlah peserta beralmamater kampus diduga bukan mahasiswa.

Seorang peserta yang semula memperkenalkan diri sebagai Dino kemudian mengklarifikasi diri sebagai Bayu Setiadi dan mengaku hadir atas undangan komunitas dengan bayaran. Sari, peserta lainnya, mengunggah klarifikasi serupa. Namun hingga kini belum ada bukti terverifikasi bahwa Raffi mengatur peserta atau perencanaan acara.

Raffi telah menyampaikan klarifikasi tertulis pada 30 Oktober 2026 dan video permintaan maaf pada 1 November 2026. Ia mengaku hanya diundang, dengan informasi yang baru diterima malam sebelum acara, dan berjanji lebih teliti ke depan. Polda Metro Jaya juga menyampaikan permintaan maaf atas polemik deklarasi tersebut.

Acara Tetap Jalan, Polisi Bantah Mobilisasi

Di tengah seruan boikot, manajemen RANS Carnival memilih tetap menggelar acara dengan format lebih sederhana, sebagai ruang bagi pekerja seni dan UMKM. Di sisi lain, Polresta Sleman membantah kabar pengerahan massa dan menegaskan tidak ada mobilisasi oleh aparat.

Hari kedua pada Minggu ini menjadi penanda: apakah RANS Carnival bisa memulihkan suasana, atau justru menjadi catatan tentang mahalnya harga sebuah kontroversi bagi industri hiburan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru