⌂ Beranda › Tren › Inflasi Beras 3,73 Persen, Bapanas Klaim Stok Aman 10 Bulan
Tren

Inflasi Beras 3,73 Persen, Bapanas Klaim Stok Aman 10 Bulan

Inflasi Beras 3,73 Persen, Bapanas Klaim Stok Aman 10 Bulan
Harga Beras Meroket? Simak Daftar Resmi dari Bank Indonesia Berdasarkan Kualitas Kelas per Oktober 2023 di Seluruh Indonesia • sandy-ravaloni/unplash
A A Ukuran Teks16px

Badan Pangan Nasional membawa kabar yang patut disimak pada Minggu, 1 November 2026: inflasi beras September 2026 tercatat 3,73 persen, paling rendah dalam empat tahun terakhir.

Jejak angkanya menunjukkan tren membaik. September 2023: 18,44 persen, saat El Nino menghantam produksi. September 2024: 5,91 persen. September 2025: 4,06 persen. September 2026: 3,73 persen. Penurunan bertahap itu dikaitkan Bapanas dengan cadangan beras pemerintah yang kuat dan penyaluran yang masif.

Cadangan beras pemerintah saat ini sekitar 4,5 juta ton. Penyaluran lewat Bulog sejak Januari hingga 28 Oktober 2026 sudah mencapai 2,88 juta ton, dan pemerintah menargetkan penyaluran sepanjang tahun mendekati 4 juta ton.

Tanpa Impor Beras Medium, Stok Diklaim Aman 10 Bulan

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak mengimpor beras medium. Impor hanya untuk beras khusus yang belum diproduksi dalam negeri, seperti Basmati, dan jumlahnya sangat terbatas.

Klaim kecukupan 10 bulan berasal dari hitungan total pasokan sekitar 25 juta ton: stok Bulog 4,5 juta ton, tanaman padi yang masih berdiri sekitar 10 juta ton, serta persediaan di masyarakat dan pelaku usaha sekitar 10 juta ton. Dibagi konsumsi sekitar 2,5 juta ton per bulan, pasokan itu diperkirakan cukup hingga Juli 2027.

Perhitungan ini penting dibaca sebagai proyeksi pemerintah, bukan jaminan mutlak di setiap daerah. Distribusi, mutu, dan harga di tingkat pengecer tetap menjadi penentu apakah stabilitas di atas kertas terasa di pasar.

Fokus Jelang Akhir Tahun

Menjelang Natal dan Tahun Baru, pemerintah menyiapkan tambahan SPHP sebesar 1 juta ton dan mempercepat bantuan pangan beras. Periode Oktober-Desember 2026 menyasar 33,2 juta penerima dengan jatah 10 kilogram per bulan, dari total alokasi 997 ribu ton hingga akhir tahun.

Program ini dirancang untuk 33,24 juta keluarga. Bagi jutaan rumah tangga, keberhasilan program diukur dari satu hal sederhana: beras tersedia, harganya sesuai ketentuan, dan mutunya layak.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru