Gerbang bus tim menjadi panggung kedua protes Bonek setelah Persebaya Surabaya ditahan imbang 1-1 Persijap Jepara di Gelora Bung Tomo.
Protes dimulai di dalam stadion: tanpa aplaus, dengan cemoohan untuk pemain, pelatih, dan staf yang berkumpul di lingkaran tengah saat lagu Song for Pride. Kemudian suporter melanjutkan aksinya di gerbang bus tim, menuntut pertanggungjawaban atas permainan yang membosankan.
Jalannya Laga yang Memicu Kekecewaan
Persebaya tampil tidak efektif dan kesulitan membongkar pertahanan Persijap. Alex Martins dan rekan-rekannya tidak mampu mendominasi, Persijap unggul lewat Vasko Kalezic lewat serangan balik, dan gol penyeimbang baru datang di injury time lewat sundulan Risto Mitrevski dari sepak pojok Francisco Rivera.
Dua Pesan yang Bertemu
Dari sisi suporter, pesannya adalah cinta kepada klub yang disertai tuntutan evaluasi: target juara harus diiringi permainan yang membaik, dengan umpan satu-dua dan tanpa bola panjang. Dari sisi pelatih, Bernardo Tavares menyampaikan memahami frustrasi suporter, merasa lebih frustrasi, sependapat, dan akan berjuang untuk hasil baik di laga berikutnya.
Manajer Sidik Maulana Tualeka sempat keluar menemui suporter, tetapi diskusi tidak meredakan suasana, dan tuntutan kepada manajemen serta Tavares mengeras saat pemain dan pelatih tiba.
