Tenaga 1.156 PS mudah membuat orang terkesima, tetapi Danza Z9 GT sepertinya ingin dikenang karena hal lain: kabin yang terasa seperti ruang santai berjalan, lengkap dengan layar raksasa, kursi rebah, dan pendingin minuman.
Model ini bergabung dengan lini mewah Danza pada 14 Oktober 2026. Danza sendiri merupakan sub-brand BYD yang dipasarkan di Indonesia. Tiga motor listriknya menghasilkan 850 kW dan torsi 1.210 Nm, cukup untuk melesat 0–100 km/jam dalam 2,7 detik dan menempuh hingga 701 km menurut standar NEDC. Harga yang dipasang adalah Rp 2,25 miliar OTR Jakarta.
Informasi Selalu di Depan Mata
Alih-alih memaksa pengemudi menoleh ke layar, Z9 GT menempatkan informasi di depan mata lewat AR-HUD 50 inci. Navigasi dan telemetri tampil di area pandang, sementara Google built-in mengurus perintah suara dan aplikasi.
Ponsel menggantikan kunci fisik berkat dukungan NFC, Bluetooth, dan UWB. Dua pad pengisian nirkabel 50W tersedia di kabin, pintu bergerak elektrik secara otomatis, dan spion digital dirancang mengurangi silau pada malam hari.
Detail Kecil yang Membuat Betah
Kursi penumpang depan bisa diatur dengan mode zero-gravity, sandaran rebah dan pijakan kaki yang menjulur empat arah. Kursi belakang memakai dukungan multi-point supaya tubuh tidak cepat lelah di perjalanan panjang.
Konsol tengah menyembunyikan perangkat yang bisa mendinginkan hingga minus 6 derajat Celsius atau menghangatkan sampai 50 derajat Celsius. Dentuman audio Devialet 20 speaker melengkapi suasana, ditambah atap kaca panorama 2,1 meter persegi ber-sunshade yang membuat kabin terasa terbuka.
Pengalaman berkendara bisa diubah lewat tiga profil suara, Sci-Fi, Power, dan Comfort, yang mengikuti karakter injakan pedal gas. Tiga kombinasi warna interior ditawarkan: hitam dengan jahitan kuning dan Alcantara, Dark Chocolate dengan Red Velvet, serta Dark Chocolate dengan Perg Beige. Dimensi mobil ini 5.180 mm panjangnya dengan wheelbase 3.125 mm.
Menurut Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, pembeli luxury di Indonesia termasuk yang paling kritis dan berselera tinggi di Asia Tenggara. Mereka mendambakan ikatan emosional, kerapian dan ketelitian pengerjaan, serta teknologi yang terintegrasi secara mulus ke gaya hidup modern, bukan hanya status atau performa.
