Jarang ada aktor yang menjadi wajah definitif dari dua semesta fiksi ilmiah sekaligus. Patrick Stewart melakukannya: ia adalah Kapten Picard bagi Star Trek dan Profesor X bagi Marvel, dan keduanya kini ditinggalkan sang pemiliknya.
Stewart wafat pada Rabu, 28 Oktober 2026, di rumahnya di Los Angeles, pada usia 86 tahun. Pengumuman resmi baru disampaikan keluarganya pada Kamis, 29 Oktober, lewat juru bicara Kelly Bush Novak, bersama kabar bahwa sang aktor selama ini berjuang melawan Alzheimer dan demensia Lewy body.
Picard: pemimpin yang mengubah Star Trek
Ketika Star Trek: The Next Generation tayang pada 1987, Stewart yang saat itu berusia 47 tahun membawa Picard sebagai kapten yang berbeda: bukan koboi luar angkasa, melainkan diplomat, sejarawan, dan pemikir. Pendekatan itu berhasil. Serialnya bertahan tujuh musim, melahirkan empat film, dan mengantar Stewart kembali memerankan Picard dalam Star Trek: Picard pada 2020.
Warisan itu terasa makin berat karena kepergiannya terjadi di tahun ke-60 Star Trek, hanya beberapa hari setelah wafatnya Walter Koenig, bintang serial orisinal, pada 25 Oktober.
Xavier: guru yang menutup kariernya
Di sisi Marvel, Stewart membangun warisan kedua sejak 2000. Sebagai Profesor Charles Xavier, ia menjadi jangkar moral X-Men selama lebih dari dua dekade, dari trilogi awal, Days of Future Past, hingga Logan dan Doctor Strange in the Multiverse of Madness.
Lingkaran itu akan tertutup pada 18 Desember lewat Avengers: Doomsday, yang menurut Marvel Studios menjadi penampilan terakhir Stewart di layar. William Shatner, sang Kapten Kirk orisinal, termasuk yang pertama menyampaikan duka, menyebut Stewart aktor yang luar biasa dan Picard sebagai sosok yang berdiri untuk hal terbaik dari manusia. Keluarga Stewart sendiri meminta donasi ke penelitian Alzheimer Universitas Johns Hopkins, mengubah duka menjadi dukungan bagi riset penyakit yang merenggutnya.