Fore Coffee akhirnya memberi penjelasan setelah permohonan maafnya viral: ada akses tanpa izin ke platform data pelanggan, dan pelanggan dianjurkan segera mengganti PIN.
Klarifikasi dan permohonan maaf itu diunggah Fore lewat Instagram @fore.corporate pada 28 Oktober 2026, ditujukan kepada pelanggan yang terdampak. Unggahan tersebut ramai dibagikan ulang, dan pertanyaan akun X @SeekHustle soal alasan permintaan maaf terbuka ikut dikutip dalam pemberitaan.
Fore Coffee merupakan brand kopi Indonesia yang cabangnya tersebar di banyak daerah, termasuk Jawa Timur.
Pertama: Akses Tanpa Izin Terkonfirmasi
Fore mengonfirmasi akses tanpa izin ke salah satu platform pengelola data pelanggannya, yang berdampak ke sekitar 5,7 juta akun. Data yang mungkin terdampak antara lain nama, email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat yang terdaftar di aplikasi, PIN, dan riwayat pembelian melalui aplikasi Fore.
Kata kuncinya adalah mungkin terdampak: yang terkonfirmasi adalah akses tanpa izinnya, bukan kepastian bahwa data tiap pelanggan telah bocor.
Kedua: Investigasi, Laporan, dan Email Notifikasi
Fore menyatakan tengah melakukan investigasi menyeluruh terhadap aplikasi dan sistem TI terkait. Insiden ini juga sudah dilaporkan ke Kementerian Komunikasi dan Digital RI sesuai ketentuan.
Langkah berikutnya, Fore mengirim email notifikasi langsung kepada pelanggan berisi permintaan maaf dan anjuran mengganti PIN akun Fore, atau membuat PIN bagi yang belum memilikinya, serta mengganti akun lain yang memakai PIN yang sama.