⌂ Beranda › Tren › Jafar Panahi Divonis In Absentia, Pengacara: Berkas Salah Catat Domisili
Tren

Jafar Panahi Divonis In Absentia, Pengacara: Berkas Salah Catat Domisili

Jafar Panahi Divonis In Absentia, Pengacara: Berkas Salah Catat Domisili
A A Ukuran Teks16px

Vonis lima tahun satu bulan penjara untuk Jafar Panahi ternyata sudah dijatuhkan tanpa ia ketahui — dan berkasnya keliru mencatat sang sineas tinggal di luar negeri.

Pengadilan Revolusi Teheran menjatuhkan putusan in absentia itu disertai pembekuan rekening bank dan penyitaan aset, untuk perkara yang belum diungkap. Kabar putusan tersebut pertama kali dilaporkan kantor berita reformis Iran, Emtedad News Agency.

Pengacara Panahi, Mostafa Nili, menjelaskan bahwa kliennya juga dilarang menggunakan media sosial selama dua tahun dan dilarang bepergian ke luar negeri selama dua tahun. Eksekusi vonisnya bersifat diskresioner, sehingga aparat penegak hukum leluasa menentukan kapan, bagaimana, atau apakah putusan itu benar-benar dijalankan.

Rekening Beku Membuka Tabir

Semua terungkap secara kebetulan pada pekan lalu. Rekening bank Panahi tiba-tiba dibekukan, dan ketika ia bersama pengacaranya mendatangi kantor kejaksaan Teheran, barulah mereka mengetahui vonis in absentia itu.

Kekeliruan domisili menjadi sorotan Nili: berkas mencatat Panahi tinggal di luar negeri, padahal ia sudah kembali ke Iran sejak 30 Maret 2026, tak lama setelah menghadiri Academy Awards ke-98, tempat It Was Just an Accident melaju sebagai wakil Prancis untuk Best International Feature Film.

Sebelumnya, Panahi pernah divonis satu tahun atas dakwaan propaganda terhadap sistem atau negara. Pada 2010 ia dilarang membuat film, berbicara kepada pers, dan bepergian, tetapi tetap berkarya secara gerilya. Pada 2022 ia ditangkap terkait protes sineas lokal dan bebas sekitar tujuh bulan kemudian. Pada April 2023 larangan bepergian sempat dicabut sebentar agar ia bisa ke Cannes merilis It Was Just an Accident, drama tentang emosi mantan tahanan terhadap sipir penyiksanya, yang diangkat dari pengalaman penjaranya sendiri.

Meski vonis satu tahun menantinya dan iklim politik berisiko, Panahi menolak mencari suaka. "Saya adalah tipe orang yang perlu berada di negaranya," katanya.

Karya-karya Panahi yang disebut dalam pemberitaan meliputi The Circle, Offside, This is Not a Film, Taxi, dan No Bears.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru