⌂ Beranda › News › Film Street Fighter (2026) Buktikan Format Anime Lebih Menjanjikan
News

Film Street Fighter (2026) Buktikan Format Anime Lebih Menjanjikan

Ilustrasi karakter Street Fighter dengan gaya anime
Film Street Fighter (2026) Buktikan Format Anime Lebih Menjanjikan
A A Ukuran Teks16px

Film Street Fighter (2026) saat ini sudah tayang di bioskop dan bersaing ketat di box office global.

Pendapatan pekan pembukaannya mencapai lebih dari 51 juta dolar AS di seluruh dunia, dengan 31 juta dolar AS berasal dari domestik.

Respons penonton terpantau cukup tinggi di situs ulasan, sementara para kritikus memberikan tanggapan yang beragam.

Namun, banyak ulasan menyoroti satu elemen paling menonjol yaitu sekuens anime 2D yang tersebar di sepanjang film.

Sejarah Adaptasi dan Perbandingan Format

Bagi penggemar lama, kehadiran gaya animasi dalam film baru ini memunculkan memori tentang Street Fighter II: The Animated Movie.

Film anime tersebut dirilis di Jepang pada tahun 1994 dan kemudian menjadi karya klasik kultus yang sukses di Amerika Serikat.

Sebaliknya, rekam jejak adaptasi live-action dari waralaba ini sering kali mendapat ulasan yang kurang memuaskan dari penonton maupun kritikus.

Film live-action tahun 1994 sempat meraup keuntungan komersial tetapi gagal memulai sebuah waralaba perfilman yang berkelanjutan.

Upaya lanjutan seperti Street Fighter: The Legend of Chun-Li pada tahun 2009 juga mengalami kegagalan besar di pasaran.

Peluang Sekuel Animasi

Berbagai proyek seri web pendek di era 2010-an sempat menjaga asa para penggemar terhadap potensi karya live-action.

Meski film reboot terbarunya memiliki anggaran mencapai 82 juta dolar AS, biaya tersebut tetap jauh lebih tinggi dibanding biaya produksi versi anime masa lalu.

Opsi menggunakan format anime untuk sekuel berikutnya dinilai masuk akal secara kreatif maupun finansial bagi studio.

Infrastruktur untuk penggarapan animasi tersebut juga sudah tersedia melalui studio Titmouse.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru