Istilah 'anime terburuk' merujuk pada karya yang menerima penilaian negatif terkait cerita yang membingungkan, pengembangan karakter yang kurang, animasi buruk, adaptasi mengecewakan, atau akhir yang tidak memuaskan.
Meskipun demikian, beberapa anime ini tetap memiliki penggemar karena konsepnya yang unik dan dianggap masih seru untuk ditonton.
>>> Hero Counter Silvanna Terbaik di Mobile Legends: Lawan Sang Imperial Knightess
Apa yang Membuat Sebuah Anime Dianggap Terburuk?
Penilaian anime terburuk seringkali berasal dari pengalaman pribadi penonton, kritikus, dan komunitas berdasarkan kegagalan dalam memenuhi ekspektasi dari segi cerita, animasi, penyutradaraan, pengembangan karakter, hingga kualitas adaptasi.
Platform seperti MyAnimeList dan IMDb menjadi tempat umum untuk memberikan skor, ulasan, dan kritik terhadap anime.
Banyak anime mendapat label 'terburuk' karena adaptasi yang dipaksakan, penurunan kualitas, cerita yang tidak jelas, atau tidak memenuhi ekspektasi tinggi.
Evaluasi terhadap anime terburuk ini bertujuan untuk memahami proses produksi dan membantu penonton menentukan judul yang sesuai selera.
Serial yang mendapatkan skor rendah pun terkadang masih bisa menghibur dan layak dijadikan referensi.
Daftar Anime yang Kerap Disebut Terburuk
Berikut adalah beberapa anime yang sering masuk dalam daftar terburuk sepanjang masa:
Ex-Arm, yang diadaptasi dari manga karya HiRock dan Shinya Komi, dikritik keras karena kualitas visual CGI 3D yang kaku, animasi karakter yang datar, sinkronisasi gerakan mulut yang kurang natural, serta koreografi pertarungan yang terlihat robotik.
Meskipun konsep cyberpunk-nya menjanjikan, kualitas animasinya dinilai sangat mengurangi kenikmatan menonton.
>>> The Lord of the Rings Online: The Wolves of Mordor Rilis Akhir 2026
Boruto: Naruto Next Generations sering dikeluhkan karena banyaknya episode anime-original dan filler yang diselipkan di tengah alur utama, membuatnya sulit membedakan cerita inti dan sampingan.
Format penayangan mingguan dianggap memperpanjang cerita secara tidak konsisten, padahal jika menggunakan format musim yang berfokus pada alur utama, kualitasnya bisa lebih baik.
Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation, meski sering masuk jajaran anime terbaik, juga dikritik karena karakter utamanya, Rudeus Greyrat, yang dianggap membuat penonton tidak nyaman dengan cara berpikir dan sifat mesumnya yang berasal dari kehidupan sebelumnya.