⌂ Beranda News Mengapa A Silent Voice Masih Menjadi Film Anime Paling Menyayat Hati
News

Mengapa A Silent Voice Masih Menjadi Film Anime Paling Menyayat Hati

Visual karakter dari film anime A Silent Voice
Mengapa A Silent Voice Masih Menjadi Film Anime Paling Menyayat Hati
A A Ukuran Teks16px

Industri anime terus berkembang pesat dan menarik perhatian banyak penonton baru dari berbagai belahan dunia.

Salah satu karya yang meninggalkan jejak mendalam dari era tersebut adalah film A Silent Voice buatan Kyoto Animation.

Kisah Penebusan Dosa dan Pertemanan

Cerita film ini berpusat pada Shoya Ishida yang membawa rasa bersalah mendalam atas perbuatannya di masa lalu.

Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, ia bersama teman-temannya pernah merunduk Shoko Nishimiya yang merupakan seorang gadis tunarungu.

Perundungan yang terjadi begitu parah hingga membuat Shoko terpaksa harus pindah sekolah demi keselamatan dan ketenangannya.

Namun ketika kebenaran terungkap, teman-teman Shoya justru melempar seluruh kesalahan tersebut kepada dirinya seorang.

Shoya akhirnya berbalik menjadi korban perundungan dan tumbuh dalam pengasingan sosial serta kecemasan yang tinggi.

Perjalanan Emosional Menuju Kesembuhan

Memasuki masa SMA, Shoya berusaha mencari Shoko untuk menyampaikan permintaan maaf serta memperbaiki masa lalunya.

Di luar dugaan, Shoko menerima permintaan maaf tersebut dan mereka perlahan membangun kembali hubungan pertemanan mereka.

Film ini menyoroti bagaimana kedua karakter utama berjuang mengatasi beban emosional dan luka masa kecil.

Bagian akhir film memperlihatkan transformasi visual yang kuat saat tanda silang di wajah orang-orang mulai runtuh.

Simbol tersebut menandakan bahwa Shoya akhirnya berhasil keluar dari kecemasan sosial dan rasa bersalah yang mengurungnya.

📰 Update Terbaru