Final Fantasy telah lama menjadi tolok ukur dalam genre JRPG.
Namun, pada awal abad ke-21, Nintendo mencoba menantang dominasi tersebut dengan Golden Sun, sebuah JRPG fantasi yang ambisius dan mendalam.
>>> Netflix Rilis Trailer Baru "The Ribbon Hero", Film Anime Musim Panas yang Dinanti
Dirilis pertama kali di Game Boy Advance pada 1 Agustus 2001, Golden Sun mengambil banyak inspirasi dari Final Fantasy sembari menciptakan gaya sihir dan narasi yang khas.
Game ini menjadi sorotan bagi GBA di genre yang seringkali kurang terlayani di platform portabel, dan kini menjadi salah satu cult classic terbaik Nintendo.
Potensi Golden Sun Sebagai Pesaing Final Fantasy
Golden Sun adalah buah pikiran Takahashi Brothers dari Camelot Software, pengembang di balik Mario Golf dan Mario Tennis.
Proyek ini dirancang sebagai upaya Nintendo untuk bersaing di ranah RPG.
Awalnya ditujukan untuk N64, fokus pengembangan bergeser ke Game Boy Advance yang akan datang. Konsep epik ini kemudian dibagi menjadi dua game yang dirilis setahun sekali.
Berlatar di dunia Weyard, Golden Sun dan sekuelnya, Golden Sun: The Lost Age, mengikuti dua kelompok 'adepts', pengguna sihir muda yang mencoba melepaskan atau menahan kekuatan Alkimia.
Kedua game dipuji karena kedalamannya dalam gameplay RPG dan fokus naratifnya.
Dengan membagi narasi dan menampilkan kedua sisi konflik, Golden Sun menawarkan pandangan yang bernuansa pada trope fantasi JRPG tradisional.
Desain seninya cerah dan penuh warna, sementara efek kekuatan terasa sangat memukau. Hasilnya adalah tambahan yang mendapat pujian kritis untuk GBA.
Meskipun ukurannya relatif kecil dibandingkan game lain pada masanya, Golden Sun terasa epik dalam cakupan cerita dan desain dunianya.
Kedua game tersebut terjual lebih dari 2,75 juta kopi secara global, menjadikannya kesuksesan yang solid bagi Nintendo.
>>> Hunter x Hunter Akan Tayang Perdana di Netflix Agustus Ini
Golden Sun: Dark Dawn kemudian dirilis pada 2010 untuk Nintendo DS, namun gagal menyamai kesuksesan pendahulunya.
