Sejak itu, seri ini jarang disebut oleh Nintendo, kecuali kemunculan cameo di game seperti Super Smash Bros. Ultimate.
Mengapa Golden Sun Layak Dihidupkan Kembali
Golden Sun merupakan upaya nyata untuk melanjutkan warisan game Final Fantasy klasik. Ada rasa ambisi dan kedalaman dalam desainnya yang membuatnya berkesan hingga kini.
Efek visualnya sangat mengesankan pada masanya, dengan 28 Djinn yang dapat dikoleksi menawarkan pendekatan unik pada pertempuran dan gameplay.
Para karakter memiliki kepribadian yang kuat, bahkan di luar arketipe standar mereka. Hubungan antagonis awal mereka memberikan alur emosional yang nyata bagi kedua game.
Fans telah lama mendambakan sekuel, dengan seri ini kini mengalami jeda selama 26 tahun.
Sebuah remake atau reimagining juga sangat dinantikan untuk memperkenalkan kembali pemain pada latar dan keunikannya.
Pendekatan Golden Sun terhadap moralitas dan kekuasaan bisa sangat beresonansi saat ini, terutama jika karakter-karakternya masih diposisikan saling berhadapan untuk tujuan petualangan.
Game baru yang membayangkan ulang dua entri asli sebagai satu petualangan tunggal dapat memanfaatkan inovasi desain game selama beberapa dekade terakhir, memperbaiki apa yang berhasil sebelumnya dan meningkatkannya dengan elemen modern.
Sekuel penuh juga bisa sangat menyenangkan, kembali ke dunia setelah peristiwa tiga game sebelumnya untuk menunjukkan perubahan dunia akibat tindakan pemain.
Hal ini juga memungkinkan kelanjutan potensial untuk memperluas dunia atau bereksperimen dengan mekanika gameplay, serta menyesuaikan pengalaman agar selaras dengan perubahan seri Final Fantasy.
>>> Netflix Digugat Rp 1,7 Triliun Akibat Pencurian Film Nicolas Cage
Dengan dukungan yang tepat, Golden Sun dapat bangkit kembali dan mewujudkan potensi yang awalnya dilihat oleh Camelot Games.