Dekade 2000-an menjadi masa keemasan bagi genre fantasi di layar lebar.
Salah satu tahun paling produktif adalah 2005, yang melahirkan sejumlah film fantasi yang tak hanya populer, tetapi juga membentuk kepribadian anak-anak yang tumbuh di era tersebut.
>>> Marvel Rivals Hadirkan Mode PvE Ultron Baru dalam Path to Doomsday
Bagi banyak anak 2000-an, film-film ini lebih dari sekadar tontonan; mereka menjadi bagian dari identitas. Berikut tiga film fantasi 2005 yang dianggap ikonik oleh generasi tersebut.
Corpse Bride: Pintu Gerbang Menuju Subkultur Goth
Corpse Bride karya Tim Burton sering diingat sebagai salah satu film terbaiknya, meski kini agak terlupakan.
Film animasi stop-motion ini mengisahkan Victor (disuarakan Johnny Depp) yang secara tidak sengaja membuat seorang mayat wanita percaya bahwa ia akan menikahinya.
Suasana gotik yang unik dan perpaduan gelap-ceria berhasil memikat imajinasi anak-anak 2000-an.
Bagi sebagian, film ini menjadi pengenalan pertama terhadap fantasi gelap dan membuka pintu menuju subkultur goth yang masih bertahan hingga kini.
Constantine: Template Karakter Keren dan Misterius
Constantine adalah salah satu film DC yang paling dihargai meski kurang dikenal.
>>> Bintang Marvel Bicara Kemungkinan Ant-Man 4, Penggemar Bereaksi Dingin
Dibintangi Keanu Reeves sebagai pengusir setan dan pakar okultisme, film ini mengadaptasi komik Hellblazer dengan pendekatan yang lebih gelap dan fantastis.
Banyak anak 2000-an menjadikan John Constantine sebagai panutan. Sosoknya yang pendiam, misterius, dan penuh luka dianggap sangat keren.
Film ini menjadi cetak biru bagi mereka yang ingin tampil edgy dan gelap, meniru gaya sang tokoh utama.
Howl's Moving Castle: Gerbang Menuju Anime
Howl's Moving Castle dari Studio Ghibli adalah film yang membuka dunia animasi Jepang bagi banyak anak 2000-an.
Diadaptasi dari novel Diana Wynne Jones, film ini mengikuti Sophie yang dikutuk menjadi nenek tua dan mencari bantuan penyihir Howl.
Selain menjadi salah satu film fantasi terbaik sepanjang masa, Howl's Moving Castle membantu penonton mudanya menemukan kecintaan terhadap anime.
>>> Disney Gagal Tiru Kesuksesan Pirates of the Caribbean, Rugi Rp2,3 Triliun
Animasi yang memukau dan cerita yang memikat menjadikannya film yang mengubah segalanya bagi generasi tersebut.