⌂ Beranda News Penulis Children of Blood and Bone Buka Suara soal Kontroversi Film: 'Hal Terburuk yang Pernah Saya Alami'

Penulis Children of Blood and Bone Buka Suara soal Kontroversi Film: 'Hal Terburuk yang Pernah Saya Alami'

Penulis Children of Blood and Bone Buka Suara soal Kontroversi Film: 'Hal Terburuk yang Pernah Saya Alami'
Ilustrasi: Penulis Children of Blood and Bone Buka Suara soal Kontroversi Film: 'Hal Terburuk yang Pernah Saya Alami'
A A Ukuran Teks16px

Tomi Adeyemi, penulis trilogi fantasi populer The Legacy of Orïsha, akhirnya angkat bicara mengenai pengalaman pahitnya di balik layar adaptasi film Children of Blood and Bone.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun TikTok-nya, Adeyemi menggambarkan bagaimana ia meninggalkan lokasi syuting dalam kondisi hiperventilasi dan menangis.

>>> Rekomendasi Situs Legal dan Terpopuler untuk Baca Manhwa

"Saya meninggalkan set adaptasi film saya sendiri dengan hiperventilasi dan menangis, dan ada banyak saksi, jadi itu bukan rahasia," ujarnya.

Ia juga mengaku mengalami nyeri somatik parah dan serangan panik setelah kembali ke Amerika Serikat.

Adeyemi menyadari bahwa kondisinya sudah begitu buruk sehingga ia tidak akan pernah bisa menonton film tersebut.

"Saya sudah berdamai dengan itu," tambahnya.

Merasa Masih Diperlakukan Buruk di Belakang Layar

Meski tidak menyebutkan sumber spesifik, Adeyemi mengaku masih merasa "diperlakukan secara antagonis di belakang layar."

Ia menegaskan bahwa pengalaman dan gejala yang ia alami berasal dari keterlibatannya dengan film tersebut.

>>> 5 RPG Fantasi dengan Sistem Kustomisasi Karakter Terdalam

"Realitas itu setidaknya perlu diketahui agar kalian bisa memahami bagaimana film yang saya kerjakan untuk membuat hidup kita sedikit lebih baik ini, juga merupakan hal terburuk yang pernah saya alami," katanya.

Adeyemi menutup video dengan pernyataan tegas: "Saya tidak ingin mendengar tentang proyek ini lagi. Saya tidak peduli lagi.

Saya mencoba untuk move on."

Unggahan tersebut langsung dibanjiri dukungan dari para penggemar yang bersimpati atas penderitaan sang penulis.

Sejak awal, adaptasi film Children of Blood and Bone memang diwarnai rumor ketegangan di balik layar. Hak film semula dipegang Lucasfilm sebelum beralih ke Paramount.

>>> Toyotarou Hidupkan Kembali Karakter Musuh Beerus yang Terlupakan

Meski trailer terbaru telah dirilis dan menuai antusiasme, pengakuan Adeyemi ini menjadi sisi kelam yang tak terduga dari proyek yang dinanti-nantikan tersebut.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru