Kratos telah melalui salah satu perkembangan karakter paling luar biasa dalam sejarah video game.
Dari Hantu Sparta yang haus balas dendam terhadap dewa-dewa Yunani, ia berubah menjadi seorang ayah yang bertekad mengakhiri siklus kekerasan dalam reboot God of War dan God of War Ragnarok.
>>> Ulasan Lengkap Jutsu Shiki Fūjin di Naruto
Santa Monica Studio mengubah gameplay ikonik seri ini menjadi pengalaman yang lebih berfokus pada narasi, keluarga, kesedihan, dan penebusan.
Menyaksikan Kratos perlahan mendapatkan kepercayaan Atreus telah mengubahnya dari antihero menjadi salah satu protagonis PlayStation paling kompleks.
Perjalanan emosional itulah yang membuat babak selanjutnya memiliki ekspektasi besar.
Ekspektasi itu semakin meningkat setelah game God of War baru yang dibintangi Kratos diisyaratkan akan terhubung dengan God of War: Laufey.
Karena kisah Faye dikatakan terjadi di Everywhen setelah kematiannya, banyak penggemar berspekulasi bahwa petualangan Kratos berikutnya mungkin berkisar pada upaya menghidupkan kembali istrinya.
Namun, menghidupkan kembali Laufey bisa merusak apa yang membuat saga Nordik begitu kuat.
Kebangkitan Faye Berisiko Melemahkan Kisah Saga Nordik
Salah satu aspek penting dari game Nordik adalah Faye tidak pernah hadir secara fisik.
Meski begitu, pengaruhnya membentuk hampir setiap peristiwa di God of War dan God of War Ragnarok.
Keinginan terakhirnya mengirim Kratos dan Atreus dalam perjalanan, memperkenalkan mereka ke Sembilan Alam, dan mengubah nasib dunia Nordik.
Tanpa pernah muncul sebagai pendamping aktif, ia tetap menjadi pusat emosional cerita.
Spekulasi tentang kemungkinan kebangkitan Faye telah menuai keraguan dari banyak penggemar. Mereka khawatir membatalkan kematian Faye akan mengurangi konsekuensi emosional yang dibangun sepanjang saga Nordik.
Kematian selalu memiliki bobot dalam game-game ini, dan ketidakhadiran Faye adalah salah satu alasan utama Kratos tumbuh menjadi ayah yang dibutuhkan Atreus.
Tanpa kematian Faye, Kratos dan Atreus tidak akan pernah memulai perjalanan mereka dan menciptakan ikatan yang mereka miliki sekarang.
Saga Nordik mengajarkan Kratos bahwa kesedihan tidak bisa begitu saja dihapus. Ia belajar menerima kehilangan daripada membiarkannya menghancurkannya seperti yang terjadi di Yunani.