Avatar Legends: The Fighting Game hadir sebagai harapan baru untuk mengakhiri kutukan adaptasi game Avatar yang kurang memuaskan.
Dikembangkan oleh tim yang berpengalaman di genre fighting game, game ini berhasil menonjolkan keahlian pengembangnya.
Namun, seperti pendahulunya, Legend of Korra dari PlatinumGames, game ini masih memiliki kekurangan. Presentasi yang minim, fitur yang hilang, dan kurangnya polesan menjadi hambatan utama.
Roster Kecil Tapi Penuh Variasi
Dengan hanya 12 karakter, termasuk dua versi Aang dan Korra, Legends menawarkan variasi dan kompleksitas yang tinggi.
Toph, misalnya, menggunakan armor dan manipulasi arena, sementara Azula menjadi rushdown dengan potensi setup dan air juggle panjang.
Aang memanfaatkan glider dan airbending untuk terbang di medan perang, menjadikannya lawan yang menyebalkan. Setiap karakter memiliki sistem Flow yang bergantung pada meter, mengubah cara bergerak dan menghindar.
Flow Stance memberikan skill ceiling tinggi karena membutuhkan pengetahuan dan counterplay.
Flow Gauge juga bisa digunakan untuk gerakan akrobatik yang bervariasi, seperti Zaheer yang bisa terbang bebas atau Sokka yang berlari dengan serangan lanjutan.
Sistem ini membuat pertahanan lebih terlibat, meskipun sulit dipelajari karena fungsi yang berbeda antar karakter.
Selain itu, ada trait dan variasi spesifik karakter yang memberikan buff atau nuansa tambahan.
Variasi ini mirip dengan Mortal Kombat X, di mana setiap petarung memiliki tiga versi dengan gaya bermain berbeda.
Hal ini memungkinkan eksperimen tanpa harus belajar karakter baru, menambah variabilitas roster.
Kepadatan mekanik membuat Legends menjadi salah satu fighting game terpadat dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, hal ini juga berarti kemungkinan besar pemain akan kalah telak dari pemain profesional online.
Meskipun frustrasi, kedalaman ini memberikan kepuasan tersendiri saat terus belajar dan menguasai kombo baru.
Tutorial dan Alat Latihan Kurang Memadai
Sayangnya, Legends tidak memudahkan proses pembelajaran. Tutorial vanilla tidak memiliki label dan teks penjelasan, serta banyak mekanik yang hanya berupa teks tanpa interaksi.
Rekomendasi
Awas! Sering Dijalani Pekerja Kantoran, Ini Bahaya Mager atau Sedentary Lifestyle
LINE Indonesia Luncurkan Layanan Baru, GOKS Platform Diskon untuk Mahasiswa
MGID Merevolusionerkan Penciptaan Gambar bagi Pengiklan dengan Integrasi Generatif AI
10 Anime Tamat Terbaik Sepanjang Masa dengan Cerita Sempurna
Serial Parodi James Bond Get Smart Mendapatkan Rencana Reboot Baru