News

Perbedaan Utama Film 'The Odyssey' Christopher Nolan dan Puisi Homer

Perbandingan adegan film The Odyssey dengan ilustrasi puisi Homer
Ukuran Teks

Adaptasi film 'The Odyssey' garapan Christopher Nolan telah dirilis dan menuai pujian dari kritikus serta penonton.

Meskipun mempertahankan alur cerita dasar tentang perjalanan pulang Odysseus setelah Perang Troya, film ini membuat sejumlah perubahan mencolok dibandingkan puisi epik karya Homer.

Beberapa elemen penting dari puisi asli dihilangkan dalam film, termasuk kisah Odysseus di pulau Lotus-Eaters dan pertemuan dengan bangsa Phaeacia.

Film ini juga tidak menampilkan adegan Odysseus menipu Cyclops Polyphemus dengan mengatakan namanya 'Nobody'.

Peran Dewa-Dewi Yunani yang Berkurang

Dalam puisi Homer, dewa-dewi Yunani memiliki peran yang sangat aktif, dengan Athena sering muncul dan Poseidon secara aktif menentang Odysseus.

Namun, dalam film Nolan, keterlibatan dewa-dewi lebih halus.

Hanya Athena yang muncul dalam bentuk fisik, sementara dewa-dewi lain lebih digambarkan sebagai kekuatan alam. Hal ini membuat fokus cerita lebih tertuju pada karakter manusia.

Perubahan Plot dan Karakter Signifikan

Film menggabungkan kisah Calypso dengan elemen Lotus-Eaters, di mana Odysseus memakan bunga lotus saat penyembuhan untuk meredakan rasa sakit, menyebabkan ia melupakan identitasnya selama tujuh tahun.

Karakter Sinon, yang tidak ada dalam puisi asli, ditambahkan sebagai tokoh penting. Ia adalah anak seorang gembala yang menggantikan Antinous dalam perang dan kemudian memanipulasi Odysseus.

Pertemuan Odysseus dengan putranya, Telemachus, juga diubah. Dalam film, Odysseus menyelamatkan Telemachus dari para pelamar alih-alih bertemu secara kebetulan.

Perang Troya digambarkan dengan Helen menjadi kambing hitam.

Film ini menampilkan Helen dan saudarinya, Clytemnestra, sebagai kembar identik, mengurangi penekanan pada kecantikan Helen sebagai penyebab perang.

Karakter perempuan dalam film diberikan kedalaman motivasi yang lebih kompleks. Circe digambarkan takut sebagai wanita lajang, sementara Helen merasa menyesal atas perang yang terjadi atas namanya.

Odysseus dalam film merasakan rasa bersalah yang mendalam atas strategi Kuda Troya, menganggapnya melanggar hukum keramahan Zeus. Hal ini membuatnya takut pulang karena merasa tidak layak.

Tes terakhir Penelope untuk Odysseus juga berbeda. Alih-alih meminta memindahkan ranjang, Penelope memberikan pin Athena sebagai bukti identitas Odysseus.

Akhir cerita film juga mengalami perubahan drastis. Odysseus tidak berdamai dengan keluarga pelamar yang terbunuh, melainkan pergi ke pengasingan bersama Penelope.

Telemachus mengambil alih takhta Ithaca.

Rekomendasi

Update Terbaru