The Long Walk, adaptasi novel Stephen King yang selama ini dianggap mustahil difilmkan, justru menjadi fenomena streaming.
Sejak tayang di HBO Max pada 10 Juli, film ini langsung merajai tangga lagu film di platform tersebut, bahkan mencapai posisi nomor satu di Amerika Serikat.
>>> Sepatu Nike yang Dipakai Sylvester Stallone di Rocky 3 Dilelang, Harga Mulai Rp1,5 Miliar
Pencapaian ini terbilang impresif untuk film horor thriller berperingkat R dengan premis yang relatif niche.
Sebelumnya, film ini sempat tayang di Starz awal tahun ini sebelum pindah ke HBO Max.
Kesuksesan The Long Walk semakin menarik karena materi sumbernya sangat suram. Kisah distopia tentang pawai kematian ini dibangun di atas keputusasaan, namun berhasil menarik banyak penonton.
Dari 'Tak Terfilmkan' Menjadi Hit
Reputasi The Long Walk sebagai novel yang tak terfilmkan bukanlah sekadar gembar-gembor.
Novel King yang ditulis saat ia masih remaja dan diterbitkan dengan nama samaran Richard Bachman ini hampir seluruhnya berlangsung di dalam kepala tokoh utamanya, Ray Garraty.
Kisahnya mengikuti Garraty yang berjalan bersama puluhan remaja laki-laki lain dalam kontes berjalan yang disahkan negara, dengan hanya satu orang yang selamat.
Ketegangan novel berasal dari introspeksi Ray, pendekatan yang cocok untuk prosa tetapi sulit diadaptasi ke film.
Legenda horor George A.
>>> Profil Lengkap Killua Zoldyck: Fakta Unik, Kekuatan, dan Kelemahan
Romero mencoba mengadaptasinya pada akhir 1980-an, dan Frank Darabont, yang sukses dengan The Shawshank Redemption dan The Green Mile, juga pernah mencoba.
Tak satu pun berhasil melewati tahap pengembangan.
Sutradara Francis Lawrence, yang dikenal lewat franchise The Hunger Games, dan penulis skenario JT Mollner akhirnya menemukan solusi dengan mengalihkan bobot cerita ke penampilan aktor, bukan narasi.
Alih-alih mengandalkan sulih suara untuk menyampaikan gejolak batin Garraty (diperankan Cooper Hoffman), film ini menggunakan kelelahan fisik, keheningan, dan dinamika antar pejalan kaki.
Para pemain, termasuk David Jonsson, Charlie Plummer, Ben Wang, Garrett Wareing, dan Mark Hamill, berhasil membangun chemistry melalui syuting yang melelahkan, di mana mereka harus berjalan lebih dari belasan mil setiap hari.
Film ini juga tidak melunakkan kebrutalan kompetisi, menampilkan eksekusi peserta yang gugur dengan jelas tanpa memotong adegan.
Komitmen terhadap kekerasan materi sumber, dipadu dengan penampilan memukau, menjadi alasan mengapa kritikus dan penonton menyambut adaptasi yang menghabiskan hampir lima dekade dalam limbo pengembangan ini.
Mencapai puncak tangga lagu HBO Max berbulan-bulan setelah masa tayang teatrikalnya berakhir menegaskan bahwa reputasi film ini terus berkembang dari mulut ke mulut.
>>> 7 Hero Tank Meta Mobile Legends: Franco, Grock, Lolita, dan Lainnya
The Long Walk kini dapat disaksikan di HBO Max.