Tahun 2005 menandai rilisnya adaptasi Tim Burton atas novel Roald Dahl, "Charlie and the Chocolate Factory".
Film yang dibintangi Johnny Depp sebagai Willy Wonka ini tayang perdana pada 15 Juli, kini genap berusia 21 tahun.
>>> 10 Pahlawan Marvel yang Layak Menggantikan Pemimpin MCU Saat Ini
Film ini menjadi remake dari film klasik "Willy Wonka and the Chocolate Factory" yang dirilis tahun 1971.
Versi Burton ini disebut lebih dekat dengan materi sumber novelnya dibandingkan film sebelumnya.
Perbedaan Adaptasi dan Penerimaan Audiens
Perbedaan utama yang sering disorot adalah gaya visual dan nada kedua film. Film tahun 1971 yang dibintangi Gene Wilder dikenal dengan nuansa musikal yang ringan dan whimsical.
Sebaliknya, adaptasi Tim Burton hadir dengan visual yang lebih eklektik, penuh warna, dan sangat idiosinkratik. Gaya ini menciptakan pengalaman yang berbeda, memecah belah penonton berdasarkan generasi dan selera.
Meskipun demikian, "Charlie and the Chocolate Factory" versi 2005 berhasil menjadi film keluarga ikonik bagi generasi Millennial dan anak-anak mereka.
>>> Aktor Baru James Bond Pernah Bintangi Serial Sci-Fi Netflix 10 Tahun Lalu
Film ini juga menjadi versi sinematik cerita bagi Gen Z.
Penampilan Gurdeep "Deep" Roy sebagai pasukan Oompa-Loompa dan soundtrack modern yang dipadukan dengan visual khas Burton menjadi elemen yang tak terlupakan.
Secara komersial, film ini meraup keuntungan $475 juta di seluruh dunia dengan anggaran $150 juta. Kolaborasi Depp dan Burton berlanjut ke film sukses lainnya di era 2000-an.
Hingga kini, "Charlie and the Chocolate Factory" masih memicu perdebatan generasi mengenai kualitasnya dibandingkan versi 1971.
>>> Tom Holland Ungkap Alasan Lompatan Waktu di Spider-Man: Brand New Day
Film ini dapat disaksikan di platform streaming seperti HBO Max, Netflix, dan Hulu.